Martha Tilaar, Ikon Kecantikan Lokal, Tutup Usia

Pelopor kecantikan Nusantara meninggal dunia di usia 89 tahun

Martha Tilaar meninggal dunia di usia 89 tahun, (Foto: Instagram @sariayu_mt)

intuisi.net- Ia berpulang dengan tenang saat tidur. Menurut keterangan anak-anaknya, Bryan David Emil Tilaar dan Dr. Kilala Tilaar, ibunda mereka sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar delapan hingga sembilan hari.

Awalnya masuk karena asma yang sempat membaik, namun muncul komplikasi pendarahan (riwayat serupa pernah dialami sekitar 1,5 tahun sebelumnya).

Kilala menyebutkan bahwa sepekan terakhir sang ibu mengalami sakit ringan berupa flu, lalu berpulang dalam keadaan damai.

Jenazah disemayamkan di rumah duka di kawasan Patra Kuningan Utara, Setiabudi, Jakarta Selatan (juga disebut Rumah Duka Patra Kuningan).

Rencana pemakaman dijadwalkan pada Jumat, 16 Oktober 2026, di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat. Keluarga menggelar ibadat penghiburan mulai Rabu sore dan dilanjutkan Kamis.

Martha meninggalkan empat anak dan sembilan cucu. Kepergiannya tepat tujuh tahun setelah suami, Dr. Henry Alex Rudolf Tilaar (Alex Tilaar), wafat pada 2019.

Perjalanan hidup dan bisnis yang berawal dari garasi

Martha lahir dengan nama Martha Handana (juga dikenal Tjhie Pwee Giok) pada 4 September 1937 di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Ia adalah anak sulung dari tiga bersaudara.

Sebelum masuk dunia kecantikan, ia menempuh pendidikan di IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta), sempat mengajar di sekolah dasar, lalu mengajar di almamaternya.

Pada 1964 ia mengikuti suami yang mendapat beasiswa ke Amerika Serikat dan belajar di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana. Setelah kembali ke Indonesia, pada 1970 ia membuka salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di Jalan Kusuma Atmaja No. 47, Menteng, Jakarta Pusat.

Dari situ ia mengembangkan perawatan yang memadukan ilmu kecantikan modern dengan bahan alami, jamu, dan tradisi perawatan Nusantara (termasuk inspirasi dari resep keraton).

Pada 1972 ia membuka salon kedua, Martha Griya Salon. Tahun 1977, bersama mitra, ia mendirikan PT Martina Berto dan meluncurkan merek Sariayu yang mengangkat kekayaan alam serta budaya Indonesia.

Perusahaan kemudian membangun pabrik di kawasan industri Pulogadung dan berkembang menjadi Martha Tilaar Group yang mencakup kosmetik, jamu, spa, pendidikan kecantikan, distribusi, dan usaha terkait lainnya.

Ia juga aktif sebagai Dewan Kehormatan Tiara Kusuma (Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia).

Martha dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan dan mempopulerkan produk kecantikan berbasis bahan lokal, serta mendorong pemberdayaan perempuan dan pelestarian warisan budaya lewat industri kecantikan.

Keluarga besar Martha Tilaar Group dan berbagai pihak di dunia beauty menyampaikan belasungkawa, mengapresiasi dedikasi, inspirasi, dan kontribusinya selama puluhan tahun.

Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *