Warga Batam Desak Amsakar Panggil Dirut PLN

Blackout 16 Jam Bikin Air Mati, Sinyal Hilang, dan Asap Karhutla Membelit

Istimewa (AI)

Batam, intuisi.net- Blackout total yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang sejak Senin (12/10/2026) dini hari meninggalkan jejak penderitaan berlapis bagi warga.

Listrik mati hampir 16 jam, air bersih ikut putus, sinyal internet sulit, ditambah asap karhutla yang menyesakkan.

Di tengah kepulihan bertahap, suara warga mulai menguat: minta Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad memanggil Direktur Utama PLN Batam untuk bertanggung jawab.

Gangguan sistem kelistrikan terjadi sekitar pukul 06.37 WIB dan berdampak pada lebih dari 411.000 pelanggan dengan beban sekitar 501,8 MW.

Wilayah terdampak mencakup hampir seluruh Kota Batam (Batu Aji, Sagulung, Tiban, Batam Center, Nagoya, Batu Ampar, dan lainnya) serta merembet ke Bintan dan Tanjungpinang.

Dampak yang Dirasa Langsung

Warga mengeluh aktivitas lumpuh total. “Listrik masih padam, air pun enggak ngalir di rumah ini, sinyal susah, ditambah lagi asap karhutla kiriman, lengkap sudahlah penderitaan kami di Batam,” kata Kamsun, warga Batu Besar  kepada media.

Instalasi pengolahan air (WTP) di Ladi, Harapan, Muka Kuning, Piayu, Tembesi, Nongsa, dan Duriangkang terdampak. Produksi air turun drastis.

Anak-anak rewel karena panas, pekerjaan rumah tangga terhenti, usaha kecil dan industri terpaksa menghentikan produksi. Bahkan layanan publik sempat mengandalkan genset.

Penyebab dan Pemulihan

PLN Batam menyebut indikasi awal gangguan dipicu masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang merusak instalasi. Penyebab pasti masih diselidiki lebih lanjut.

Pemulihan dilakukan bertahap dengan prioritas fasilitas vital (rumah sakit, bandara, pelabuhan). Hingga Selasa (13/10) dini hari, sekitar 98,8 persen pelanggan sudah kembali menyala (406.083 dari 411.219).

Sisanya sekitar 5.000-an pelanggan masih dalam proses. Semua gardu induk dan jaringan transmisi sudah normal.

PLN menyampaikan permohonan maaf dan akan memberikan kompensasi otomatis: 10 persen dari biaya beban bulanan untuk pelanggan reguler (sesuai Pergub Kepri No. 22/2017), serta 15–25 persen dari RPTL untuk pelanggan layanan keandalan.

Suara Warga: Panggil Dirut PLN

Di media sosial dan percakapan warga, tuntutan menguat agar Amsakar Achmad, sebagai pemimpin lokal tertinggi, memanggil Direktur Utama PLN Batam.

Mereka menginginkan penjelasan terbuka, evaluasi sistem, dan jaminan agar blackout serupa tidak terulang, terutama karena peristiwa serupa pernah terjadi pada 2023.

Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna juga mendesak PLN melakukan evaluasi menyeluruh, membuka hasil investigasi secara transparan, dan menguji kesiapan sistem cadangan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan akan memanggil PLN.

Apa yang Diharapkan

Warga Batam bukan hanya ingin listrik kembali menyala. Mereka menginginkan keandalan jangka panjang, terutama di tengah ambisi Batam menjadi hub data center dan industri teknologi yang sangat bergantung pada pasokan listrik stabil.

PLN Batam menegaskan terus memantau sistem dan meminta masyarakat hanya mengikuti informasi resmi melalui Instagram @ptplnbatam, Facebook PT PLN Batam, atau Contact Center 0778 5702 123.

Informasi soal pemadaman terencana tiga hari atau pembatasan 6 jam dinyatakan hoaks.

Blackout kemarin menjadi pengingat keras: infrastruktur energi adalah urat nadi kehidupan kota.

Kini bola ada di tangan para pemimpin, termasuk Amsakar Achmad untuk memastikan kejadian ini tidak hanya selesai dengan permintaan maaf, tetapi diikuti perbaikan sistemik yang nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *