Batam, intuisi.net- Ketua DPD Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) Kepulauan Riau, Junaidi Eddy, hadir dan mendukung bulat hasil sidang musyawarah adat yang digelar di Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, Senin (1/6/2026).
Rapat yang dihadiri lebih dari 50 ormas dan paguyuban se-Kota Batam ini membahas kasus penghinaan terhadap suku Melayu oleh Raja Situmorang Limbah Nahor.
Pernyataan yang dinilai menyudutkan dan menghina martabat masyarakat Melayu secara umum ini menjadi sorotan utama.
Sebagai organisasi yang mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika, GRIB Jaya hadir bukan sebagai pihak yang memihak satu golongan, melainkan sebagai wakil keberagaman.
Dari pengurus hingga anggota, GRIB Jaya menyatukan berbagai suku, ras, dan agama yang siap bahu-membahu menjaga keharmonisan Batam.
“Kami dari GRIB Jaya Kepri mendukung penuh hasil kesepakatan musyawarah adat hari ini. Tidak ada toleransi bagi segala bentuk penghinaan terhadap suku, adat, dan martabat masyarakat Melayu Batam,” tegas Junaidi Eddy.
Datuk Yang Mulia Raja Amin, Ketua LAM Batam yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat DPD GRIB Jaya Kepri, mengapresiasi kehadiran dan peran aktif GRIB Jaya.
“GRIB Jaya Kepri berkali-kali menjadi penengah damai sebelum api SARA membesar. Contoh nyata adalah penyelesaian konflik juru parkir di Ocarina yang berhasil didamaikan di kantor DPD GRIB Jaya hingga menempuh jalur Restorative Justice di Polresta Barelang. Ini bukti nyata kontribusi nyata mereka,” ungkap Raja Amin.
Junaidi Eddy menambahkan, seluruh pihak diminta menahan diri dan tidak terprovokasi. Ia juga mengajak masyarakat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
“Kita semua hidup di kota yang beraneka ragam. Mari jaga toleransi, jaga ucapan, dan jaga Batam agar tetap kondusif. Kita dukung penuh hasil musyawarah adat LAM hari ini,” imbuhnya.
Dengan semangat persatuan dan gotong royong khas Kepri, GRIB Jaya Kepri siap untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan, mencegah konflik SARA, serta mendukung setiap langkah yang menjaga stabilitas sosial dan investasi di Batam.












