Batam, intuisi.net- Kapal kargo MV Golden Star 1 tiba-tiba tenggelam di salah satu jalur pelayaran tersibuk dunia, Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka-Selat Singapura.
Respons cepat dan sigap dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, meresepon dengan sigap dan berhasil menyelamatkan seluruh awak kapal.
Kapal berbendera Tanzania ini, yang beranggotakan 9 Awak dan membawa muatan hingga 107 kontainer, dilaporkan mengalami kebocoran hebat sebelum akhirnya tenggelam sekitar pukul 21.30 WIB (10.30 malam waktu Singapura), hanya sekitar 6 kilometer lepas pantai Batam.
Operasi Penyelamatan
Begitu menerima informasi darurat, KSOP Khusus Batam langsung bergerak. Kepala KSOP M. Takwim Masuku mengerahkan Kapal Negara KN P-376 untuk meluncur ke lokasi kejadian.
Dalam waktu singkat, tim patroli laut berhasil mengevakuasi kesembilan awak kapal tanpa ada korban jiwa.
“Keselamatan awak kapal adalah prioritas utama,” tegas Takwim. Para awak, yang seluruhnya berkebangsaan Indonesia, langsung dibawa ke Dermaga Bintang 99, Batu Ampar.
Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan awal oleh tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam, kemudian diserahkan ke Polairud Polresta Barelang untuk pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara.
Dampak dan Respons Lanjutan
Selain penyelamatan jiwa, KSOP Batam bersama instansi terkait segera melakukan pemantauan intensif di perairan sekitar.
Vessel Traffic Service (VTS) Batam juga aktif menyiarkan peringatan navigasi melalui VHF Channel 16 agar kapal-kapal lain mewaspadai bahaya.
Maritime and Port Authority (MPA) Singapura turut merespons dengan mengeluarkan siaran peringatan navigasi, mengingatkan pelaut untuk berhati-hati terhadap kemungkinan kontainer yang hanyut di perairan tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti tenggelamnya MV Golden Star 1 (sebuah general cargo ship berusia 31 tahun, IMO 8952857) masih dalam investigasi mendalam.
Tim gabungan sedang mengumpulkan data awal untuk mengantisipasi dampak terhadap keselamatan pelayaran dan lingkungan maritim.
Keberhasilan Koordinasi Lintas Instansi
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata kekuatan koordinasi antarinstansi di wilayah perairan strategis Indonesia.
Dari patroli laut hingga layanan kesehatan dan kepolisian, semua bergerak cepat demi menjaga nyawa dan keamanan jalur internasional yang padat.
KSOP Khusus Batam menyatakan akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tidak ada gangguan lebih lanjut terhadap lalu lintas maritim di perairan Batam dan sekitarnya.












