Menurut laporan dari Lifestyle Asia (2025), 68% Gen Z dan milenial di Asia Tenggara mulai mengadopsi gaya hidup minimalis untuk mengurangi stres dan dampak lingkungan. “Minimalisme bukan cuma soal decluttering rumah, tapi juga pikiran,” ujar Dinda Pratiwi, psikolog dan praktisi minimalis dari Jakarta. Dengan biaya hidup yang terus naik, banyak orang beralih ke prinsip “less is more” untuk mengelola keuangan dan waktu lebih baik.
-
Declutter dengan Cerdas: Mulai dari lemari pakaian. Sisihkan barang yang tidak dipakai dalam 6 bulan terakhir untuk didonasikan.
-
Fokus pada Kualitas: Pilih barang tahan lama ketimbang membeli banyak barang murah. Misalnya, investasi di sepatu kulit lokal berkualitas daripada fast fashion.
-
Digital Detox: Kurangi waktu layar dan hapus aplikasi yang tidak penting dari ponselmu.
-
Atur Keuangan: Gunakan metode 50/30/20 (50% kebutuhan, 30% keinginan, 20% tabungan) untuk finansial lebih terorganisir.
Puput, 27 tahun, karyawan Swasta di Batam , berhasil mengurangi 40% barang di rumahnya dalam setahun. “Saya jadi punya lebih banyak ruang, waktu, dan uang untuk hal-hal yang benar-benar penting, seperti traveling dan quality time dengan keluarga,” katanya.













Artikel yang bagus
Artikel yang sangat menarik