Batam, intuisi.net- Ketua Umum DPP Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS), Ahmad Rosano, bersama jajaran pengurus termasuk Sekretaris Jenderal dan Wakil Ketua Umum, menyambut baik kunjungan Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin, SE, MM, ke Sekretariat DPP PKSS di Kota Batam.
Dalam perbincangan yang berlangsung sekitar satu jam, Rosana menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran wakil rakyat tersebut.
Ia menilai kunjungan ini sebagai langkah positif dan jarang terjadi, sekaligus kesempatan penting untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan yang tersebar di pesisir Batam dan seluruh Kepulauan Riau.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak. Ini sesuatu yang sangat langka dan baik. Kami berdiskusi kurang lebih satu jam mengenai kehidupan orang-orang kami yang kebanyakan tinggal di pesisir pantai,” ujar Rosano.
Rosano menjelaskan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan di Kepri telah menjalankan tradisi berdagang antar pulau selama ratusan tahun.
Tradisi ini merupakan bagian dari adat istiadat yang dilindungi konstitusi. Namun, di era modern, praktik tersebut menghadapi tantangan dari berbagai aturan kepelabuhanan dan penegakan hukum.
Banyak warga pesisir yang belum memiliki pekerjaan formal atau akses pendidikan yang memadai, sehingga menggantungkan hidup pada perdagangan antarpulau.
Karena itu, DPP PKSS menilai pentingnya penyediaan pelabuhan rakyat yang terawasi dengan baik oleh pemerintah, Bea Cukai, Syahbandar, dan instansi terkait.
Sebelumnya, Rosano juga pernah menyampaikan usulan serupa kepada pihak Bea Cukai Batam. Ia menegaskan kesiapan PKSS untuk berkontribusi dalam pengaturan pelabuhan rakyat agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan di bawah pengawasan yang jelas dan tertib.
“Kami minta agar wakil rakyat tidak hanya melihat aturan perundang-undangan, tetapi juga turun melihat kesulitan masyarakat di bawah.
Penegakan hukum tetap penting, namun harus ada keseimbangan agar masyarakat bisa memperoleh penghidupan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya,” tegas Rosano.
Menurutnya, Wahyu Wahyudin menunjukkan sikap antusias dan terbuka selama diskusi.
Hal ini memberi harapan bahwa aspirasi masyarakat pesisir dapat ditindaklanjuti secara konstruktif, termasuk kemungkinan pembentukan tim untuk mengkaji pelabuhan-pelabuhan rakyat yang belum resmi.
DPP PKSS menekankan bahwa organisasi kekerabatan ini bersifat nasional dan berkomitmen menjadi jembatan aspirasi masyarakat Sulawesi Selatan di seluruh Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan antara organisasi masyarakat, wakil rakyat, dan pemerintah demi kesejahteraan bersama.












