Skandal Gila MBG, Dadan Hindayana Ditangkap

Mark-up Motor Listrik hingga Kaus Kaki, Uang Rakyat Diselewengkan

Mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, ditahan oleh Kejagung.

Jakarta, intuisi.net-  Malam ini, langit hukum Indonesia kembali menyala terang. Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dr. Ir. Dadan Hindayana resmi diborgol dan mengenakan rompi pink mencolok sebagai tersangka korupsi.

Bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, ia digiring masuk mobil tahanan Kejagung setelah berjam-jam “dimanja” penyidik di Gedung Bundar Jampidsus.

Ini bukan sekadar penahanan biasa. Ini adalah jatuhnya seorang “raja” yang baru beberapa hari lalu dicopot Presiden Prabowo Subianto.

Dari pelantikan megah di era Jokowi hingga akhir karir yang memalukan — semuanya berlangsung dalam waktu kurang dari dua tahun. Ironis, bukan?

Dalang di Balik Layar Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sumber-sumber internal yang berani bicara menyebutkan, dugaan penyimpangan ini bukan main-main:

  • Mark-up gila-gilaan pada pengadaan motor listrik, kaus kaki, hingga peralatan dapur jutaan unit.
  • Jual-beli titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang seharusnya menjadi benteng gizi anak bangsa.
  • Pengeluaran “mencurigakan” ratusan miliar rupiah untuk acara glamour dan kendaraan mewah, sementara anak-anak di daerah terpencil masih berebut makanan bergizi.

Bayangkan: Uang rakyat yang dialokasikan untuk melawan stunting justru “dimasak” menjadi keuntungan pribadi. Sementara ribuan anak Indonesia terancam gizi buruk, para oknum ini diduga sibuk “berpesta” dengan proyek-proyek fiktif.

Dadan Hindayana, pakar entomologi yang dulu dielu-elukan sebagai ilmuwan visioner, kini harus berhadapan dengan realitas pahit: borgol besi dan jeruji besi.

Ironi sejarah yang pahit dari kampus IPB ke tahanan Kejagung dalam hitungan bulan.

Reaksi Keras dari Publik dan Istana

Penahanan ini datang hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto tegas mencopot Dadan beserta dua wakilnya.

Langkah cepat Kejagung ini disambut sorak-sorai banyak pihak yang selama ini skeptis terhadap tata kelola MBG.

“Program mulia untuk rakyat kecil jangan sampai dirusak segelintir orang rakus,” ujar salah satu pejabat tinggi.

Sementara itu, karangan bunga selamat datang untuk kepala BGN baru, Nanik Sudaryati Deyang, masih segar di depan kantor BGN, kontras tajam dengan suasana penggeledahan dini hari yang menggemparkan.

Ini baru permulaan. Kejagung disebut sedang mengincar jaringan yang lebih besar. Dua nama lain disebut-sebut akan menyusul.

Apakah ini hanya puncak gunung es dari korupsi sistemik di tubuh program andalan pemerintah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *