Sukses Pulihkan Nongsa, BP Batam Diminta Perkuat Pengawasan

Pengawasan Partisipatif hingga RT/RW Jadi Kunci Keberlanjutan

Seorang petugas di depan situs penambangan pasir ilegal di kawasan KKOP Bandara Hang Nadim.

Batam,intuisi.net – Upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam memulihkan lahan bekas galian pasir ilegal di Kawasan Nongsa menuai apresiasi.

Ribuan meter kubik lubang menganga yang mengancam keselamatan operasional Bandara Hang Nadim mulai ditutup dan direstorasi, mengembalikan kontur alam sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan yang sempat rusak parah.

Menurut data BP Batam, luas area yang perlu dipulihkan mencapai sekitar 100.000 meter persegi dengan volume material sekitar 347.000 meter kubik.

Tim BP Batam saat ini tengah bekerja intensif menutup lubang-lubang bekas tambang ilegal di Kampung Jabi dan sekitarnya, khususnya di dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Langkah ini dinilai krusial tidak hanya untuk keselamatan penerbangan, tetapi juga untuk mencegah longsor dan banjir di wilayah sekitar.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan pesan tegas bahwa tidak ada ampun bagi pelaku penambangan ilegal.

“Kami sedang memulihkan apa yang telah dirusak. Ini komitmen kami untuk lingkungan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Apresiasi dari Masyarakat, tapi Sorotan pada Pengawasan

Masyarakat Nongsa umumnya menyambut baik upaya pemulihan ini. Banyak warga merasa lebih aman karena lubang-lubang berbahaya yang selama ini mengganggu aktivitas sehari-hari kini mulai teratasi.

Namun, di balik keberhasilan awal tersebut, muncul catatan penting: pengawasan jangka panjang harus diperkuat.

“Pemulihan lahan ini dinilai sangat baik, tapi jangan sampai berulang. Pengawasan harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT dan RW,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Pelibatan perangkat daerah hingga tingkat paling bawah diharapkan dapat menciptakan sistem pengawasan berlapis yang lebih efektif.

RT/RW yang berada di garis depan dapat menjadi “mata dan telinga” BP Batam dalam mendeteksi dini aktivitas penambangan ilegal.

Dengan demikian, pencegahan akan lebih cepat dan tepat sasaran sebelum kerusakan semakin meluas.

Harapan ke Depan

BP Batam diharapkan tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga membangun kolaborasi yang kuat dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, serta RT/RW.

Program sosialisasi, patroli rutin bersama, dan sanksi tegas bagi pelaku berulang menjadi kunci agar lahan Nongsa tetap terjaga.

Keberhasilan pemulihan lahan Nongsa ini dapat menjadi model bagi wilayah lain di Batam yang masih menghadapi masalah serupa.

Lingkungan yang pulih bukan hanya mendukung keselamatan penerbangan, tetapi juga membuka peluang pengembangan wisata dan ekonomi berkelanjutan di Nongsa yang indah.

BP Batam: Pulihkan Hari Ini, Lindungi Masa Depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *