Batam, intuisi.net – Harapan ribuan warga Tanjung Banon akhirnya terwujud! Kepala BP Batam Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala Li Claudia Chandra, resmi mengumumkan pengembalian 100% selisih biaya pembangunan rumah yang sebelumnya membebani warga hingga Rp130 juta per unit. Kini, rumah relokasi di Tanjung Banon benar-benar gratis – bukti nyata komitmen pemerintah berpihak pada rakyat kecil.
Pengumuman bersejarah ini disampaikan langsung Amsakar dalam Bakti Sosial HUT ke-54 BP Batam di Perumahan Tanjung Banon, Sabtu (25/10). Turut hadir Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafruddin, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin, serta jajaran Forkopimda Kepri dan Kota Batam.
“Sudah kami tetapkan dalam surat keputusan resmi. Semua selisih biaya dikembalikan penuh. Tidak ada lagi angka menggantung. Mulai hari ini, warga benar-benar gratis!” – Amsakar Achmad, Kepala BP Batam.
Bukan Janji Kosong: Kebijakan Konkret & Transparan
Selama ini, warga relokasi menghadapi selisih biaya antara nilai ganti rugi dan biaya pembangunan rumah baru. Kini, seluruh selisih dihapus total. BP Batam juga memperluas pembangunan rumah layak huni dari 500 menjadi 1.000 unit, disesuaikan dengan aspirasi warga.
“Kami bangun rumah yang bukan sekadar tembok, tapi rumah yang dirindukan. Rumah yang membuat warga bangga pulang,” tambah Amsakar.
HUT ke-54 BP Batam: Momentum Berbagi & PeduliPeringatan HUT ke-54 BP Batam tak sekadar seremoni, melainkan aksi nyata:
- Pengobatan gratis oleh 7 dokter spesialis (jantung, saraf, bedah, anak, penyakit dalam) + dokter umum
- Bazar UMKM warga setempat
- Khitanan massal
- 500 paket sembako
- 000 kacamata baca gratis
“Hari jadi ini adalah refleksi: BP Batam harus semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Amsakar.
Dukungan Penuh Pemerintah Pusat
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan apresiasi tinggi:“Ini contoh pembangunan berkeadilan. Tidak boleh ada warga yang dirugikan. Transmigrasi bukan memindahkan orang, tapi membangun kehidupan baru yang layak!”
Ia menegaskan, Tanjung Banon dan Rempang Eco-City harus menjadi model sinergi pusat-daerah dengan pendekatan humanis – tanpa pemindahan paksa, tanpa beban biaya.
Visi Besar: Batam Jadi Motor Ekonomi Maritim Dunia
Dengan infrastruktur lengkap dan kedalaman laut ideal, Batam diproyeksikan menjadi pusat industri dan maritim strategis. Dukungan penuh pemerintah pusat terhadap Rempang Eco-City diyakini akan menciptakan ribuan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.












