Batam, intuisi.net- Aksi pemberantasan narkoba terus digencarkan. Sejalan dengan program Quick Wins Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tentang pemulihan kawasan narkoba, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau kembali memutus rantai peredaran gelap narkotika jenis ekstasi di Kota Batam.
Operasi yang digelar 18–19 Oktober 2026 berhasil mengamankan 17 orang—10 laki-laki dan 7 perempuan beserta barang bukti yang cukup signifikan.
Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan malam (THM).
Petugas langsung bergerak. Di ruang VIP salah satu THM, mereka menemukan 12 butir ekstasi dalam penguasaan seorang pengunjung. Dari titik itu, penyidik mengembangkan kasus hingga menjerat jaringan yang lebih luas.
Hasil pengembangan mengarah pada sejumlah nama. IR diduga menjual ekstasi kepada EN dan MO, sementara KE disebut berperan sebagai pemasok.
Penyidik juga mendalami jalur pasokan yang diduga melibatkan MA (yang saat ini berada di lembaga pemasyarakatan) serta AN, seorang warga negara Malaysia. Penelusuran ini dilakukan untuk memastikan asal-usul barang dan memutus jalur distribusi yang lebih besar.
Dalam rangkaian penindakan di sejumlah THM dan tempat tinggal, total 17 orang diamankan. Barang bukti yang disita meliputi 66 butir ekstasi, 15 unit telepon genggam, dan satu unit sepeda motor.
Pemeriksaan urine oleh Biddokkes Polda Kepri menunjukkan 13 orang positif menggunakan narkotika jenis ekstasi, dua orang negatif, dan dua orang lainnya masih menunggu hasil.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan.
“Pengungkapan kasus ini sejalan dengan Quick Wins Kapolri tentang pemulihan kawasan narkoba. Program ini menekankan penindakan terhadap jaringan, pencegahan penyalahgunaan, penguatan pengawasan lingkungan, serta mencegah kawasan rawan kembali dimanfaatkan sebagai tempat peredaran narkoba,” ujarnya.
Operasi ini menjadi bukti bahwa Polda Kepri tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba, terutama di kawasan hiburan yang rentan. Masyarakat diajak terus aktif memberikan informasi.
Setiap tip yang masuk ditindaklanjuti secara profesional agar Batam semakin bersih dari ancaman narkotika.
Pemberantasan masih terus berjalan. Aparat berkomitmen mengejar hingga ke akar jaringan, baik di tingkat lokal maupun yang melibatkan pihak lintas negara.












