Aksi Mahasiswa UI Kritik Program Prabowo

Tuntut penghentian MBG, koperasi desa, dan pemborosan anggaran negara

Foto: BEM UI

intuisi.net-  Ribuan mahasiswa yang diorganisir oleh BEM UI bersama elemen mahasiswa lain (termasuk dari UPN Veteran Jakarta dan IPB) menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, dengan potensi pergerakan menuju kawasan DPR/MPR.

Aksi yang bertajuk nuansa “Menuju Indonesia Bangkrut” ini menjadi salah satu gelombang protes mahasiswa paling terorganisir sejak awal pemerintahan Prabowo.

Dari lapangan FISIP UI di Depok, massa yang mengenakan jaket kuning, baju hitam, dan atribut kampus mulai berkumpul sejak pagi, kemudian bergerak ke pusat Jakarta.

Meski sempat ada isu pembatalan yang dibantah tegas oleh pihak BEM UI, aksi berjalan sesuai jadwal (dimulai sekitar pukul 10.00–13.00 WIB setelah salat Jumat).

Aparat kepolisian mengerahkan ribuan personel untuk pengamanan, sementara warga Jakarta diimbau menghindari kawasan Sudirman-Thamrin dan Bundaran HI.

Lima Pokok Tuntutan Mahasiswa (Sesuai spanduk utama aksi):
  1. Setop Pemborosan APBN, Kritik keras terhadap pengelolaan anggaran negara yang dinilai boros di tengah tekanan ekonomi.
  2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM, Respons langsung atas kenaikan harga bahan bakar dan inflasi yang membebani rakyat.
  3. Hentikan Program MBG & Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Penolakan terhadap program-program unggulan pemerintah yang dianggap populis, kurang tepat sasaran, dan membebani keuangan negara.
  4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil, Kekhawatiran atas keterlibatan militer dalam domain sipil yang semakin terlihat.
  5. Prabowo Berhenti Mengelak dan Mengakui Kesalahan, Tuntutan agar pemerintah transparan dan bertanggung jawab atas kondisi ekonomi dan tata kelola saat ini.

Tuntutan ini merupakan hasil konsolidasi lintas fakultas di UI dan disebut terbuka bagi masyarakat umum, tidak terafiliasi dengan kelompok politik tertentu.

Ketua BEM FH UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo dan pimpinan BEM UI lainnya menegaskan bahwa aksi ini murni aspirasi mahasiswa dan rakyat yang merasakan dampak langsung kebijakan pemerintah.

Aksi hari ini bukan sekadar reaksi sporadis terhadap kenaikan harga BBM (seperti Pertamax).

Ini mencerminkan ketidakpuasan yang lebih struktural: kekhawatiran akan arah ekonomi Indonesia di bawah tekanan rupiah, pemborosan anggaran, serta prioritas program pemerintah yang dinilai kurang menyentuh akar masalah kemiskinan dan daya beli masyarakat.

Mahasiswa menyoroti bahwa program seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih berisiko menjadi beban fiskal tanpa evaluasi yang matang.

Mahasiswa, sebagai kelompok yang historically menjadi moral force, kembali menegaskan peran kontrol sosial terhadap kekuasaan meski di era yang berbeda.

Aksi berjalan damai, tapi penuh semangat. Spanduk “Selamatkan Indonesia!” yang diagungkan massa mengingatkan kita bahwa kritik bukanlah oposisi semata, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *