intuisi.net- Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Biology of Sex Differences mengungkap bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan pria.
Bukan karena faktor biologis semata, melainkan karena kombinasi faktor kesehatan dan gaya hidup yang lebih banyak serta dampak yang lebih kuat pada otak perempuan.
Temuan Utama Penelitian
Melalui analisis data Health and Retirement Study Amerika Serikat yang melibatkan 17.182 peserta usia 40 tahun ke atas, para peneliti mengidentifikasi 13 faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Hasilnya menunjukkan:
- Perempuan memiliki lebih banyak faktor risiko seperti depresi, kurang aktivitas fisik, dan gangguan tidur.
- Kondisi seperti gangguan pendengaran, diabetes, hipertensi, dan obesitas memberikan dampak penurunan fungsi kognitif yang jauh lebih signifikan pada perempuan dibandingkan pria.
- Masalah kesehatan jantung dan metabolisme pun menyerang kemampuan berpikir perempuan dengan lebih tajam.
Peneliti menekankan bahwa pendekatan pencegahan demensia tidak bisa seragam. Diperlukan strategi yang lebih personal dan mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin.
Tiga Langkah Penting bagi Perempuan
Untuk menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif, berikut tiga rekomendasi utama:
1. Tangani Gangguan Pendengaran Sejak Dini Segera lakukan pemeriksaan pendengaran dan gunakan alat bantu dengar jika direkomendasikan.
2. Kelola Risiko Diabetes dengan Ketat Jaga kadar gula darah melalui pola makan tinggi serat, olahraga rutin, dan tidur berkualitas.
3. Kontrol Tekanan Darah Secara Optimal Bekerja sama dengan tenaga medis, rutin bergerak aktif, dan terapkan pola makan yang ramah jantung.
Meski penelitian ini hanya menunjukkan hubungan korelasi, bukan kausalitas langsung, hasilnya semakin memperkuat pentingnya pencegahan yang tepat sasaran untuk menjaga kesehatan otak seiring penuaan.
Kesehatan otak perempuan bukanlah takdir. Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, risiko demensia dapat ditekan secara signifikan.












