intuisi.net- Rupiah kembali diguncang gelombang penguatan dolar Amerika Serikat yang sangat kuat.
Pada perdagangan pagi ini, mata uang Garuda terus berada dalam tekanan berat, bergerak di kisaran Rp17.600 – Rp17.700 per USD.
Bahkan sempat menyentuh titik terendah baru di Rp17.745, level yang semakin mendekatkan rupiah ke zona bahaya.
Bank Indonesia (BI) langsung turun tangan melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mencegah pelemahan lebih dalam.
Namun, kekuatan dolar AS yang didorong ketidakpastian global dan kebijakan suku bunga The Fed yang masih agresif membuat perlawanan rupiah semakin berat.
Update Kurs Rupiah Hari Ini (Senin, 25 Mei 2026):
| Mata Uang | Kurs Hari Ini |
|---|---|
| 🇺🇸 USD | Rp17.470 – Rp17.920 |
| 🇪🇺 EUR | Rp20.128 – Rp20.970 |
| 🇸🇬 SGD | Rp13.560 – Rp14.114 |
| 🇲🇾 MYR | Rp4.150 – Rp4.350 |
| 🇹🇭 THB | Rp480 – Rp560 |
| 🇯🇵 JPY | Rp108 – Rp113 |
| 🇰🇷 KRW | Rp9,2 – Rp13,2 |
| 🇨🇳 CNY | Rp2.550 – Rp2.652 |
| 🇦🇺 AUD | Rp12.358 – Rp12.912 |
Penguatan dolar yang masif membuat investor ketakutan, sehingga arus modal keluar dari negara berkembang.
“Ini bukan sekadar pelemahan biasa. Rupiah sedang diuji ketahanannya menghadapi kekuatan dolar yang luar biasa,” ujar seorang analis senior.
Meski demikian, Bank Indonesia tetap optimistis. BI meyakini tekanan ini bersifat sementara dan akan mereda dalam beberapa bulan ke depan seiring masuknya kembali arus modal asing dan stabilisasi pasar keuangan global.












