Edukasi Pilah Sampah di MPLS Sekolah

Gubernur Pramono Anung Apresiasi Edukasi Pilah Sampah di MPLS Sekolah DKI

Foto: @RadioElshinta

Jakarta, intuisi.net-  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyambut positif langkah sekolah-sekolah yang menyisipkan materi pemilahan sampah dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menurutnya, edukasi sejak dini ini sangat strategis untuk membentuk kesadaran lingkungan generasi muda.

“Kalau edukasinya tentang pilah sampah, menurut saya baik sekali,” kata Pramono di Balai Kota, Senin (13/7/2026).

Salah satu sekolah yang telah menerapkan edukasi tersebut adalah SDN 07 dan SDN 08 Senen, Jakarta Pusat.

Pramono menilai kegiatan MPLS di berbagai sekolah ibu kota memang beragam, namun pemilahan sampah menjadi salah satu yang paling relevan dengan isu lingkungan saat ini.

“Dengan memasukkan edukasi terkait pilah sampah, diharapkan anak-anak sejak dini mulai memahami cara memilah sampah dengan baik,” ujarnya.

Selaras dengan Instruksi Gubernur

Langkah ini sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah dari Rumah yang telah ditandatangani Pramono pada Mei lalu.

Ingub tersebut menjadi acuan utama dalam mempercepat program pemilahan sampah di seluruh wilayah DKI Jakarta.

“Jadi kegiatannya memang beraneka ragam, tetapi pilah sampah karena sekarang sesuai dengan Ingub yang dikeluarkan oleh Gubernur tahun 2026 Nomor 5, sekarang hampir semua kegiatan untuk pilah sampah itu diadakan di berbagai tempat,” jelas Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendeklarasikan gerakan pemilahan sampah secara lebih luas di ibu kota.

Menuju Gerakan Masif

Pramono menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan pemerintah saja, melainkan memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

Ia berharap program pemilahan sampah dari rumah dapat dilakukan secara masif di seluruh Jakarta.

Saat ini, program percontohan telah berjalan di wilayah Rorotan dan Cilincing, Jakarta Utara. Pramono optimistis, mulai minggu depan gerakan ini akan diperluas ke seluruh kota administrasi di DKI Jakarta.

“Percontohan sebenarnya sudah dimulai di Rorotan, di Cilincing dan sebagainya, tetapi nanti mudah-mudahan minggu depan gerakan ini menjadi gerakan yang masif dilakukan oleh semua kota administrasi yang ada di Jakarta,” pungkasnya.

Gerakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga mendukung target Jakarta dalam mengelola sampah secara lebih baik, mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *