RAYAP BESI MUSUH BERSAMA BATAM!

Polisi, Pemkot, dan Pengusaha Scrap Bersatu Padu Putus Rantai Pencurian

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin beserta Walikota Batam Amsakar Achmad, Wakil Walikota Li Claudia Chandra, para pejabat, dan pelaku usaha scrap sedang memegang Pakta Integritas Komitmen Bersama, Senin (15/6/2026).

Batam, intuisi.net-  Pencurian rayap besi dan kabel fasilitas umum di Batam semakin menjadi ancaman serius. Bukan hanya merugikan keuangan daerah, tapi juga mengancam keselamatan warga.

Lampu lalu lintas padam, terowongan gelap gulita, hingga risiko kecelakaan lalu lintas yang bisa merenggut nyawa, ini semua akibat ulah para pencuri besi rongsokan.

Menghadapi situasi yang semakin memanas, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) langsung mengambil langkah tegas.

Senin (15/06/2026) kemarin, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. memimpin silaturahmi besar-besaran bersama unsur pimpinan Kota Batam dan puluhan pelaku usaha scrap di Rupatama Wicaksana Laghawa Lantai 3 Mapolresta Barelang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra, Direktur Pengamanan BP Batam Brigjen Pol. Mujiono, serta para pejabat utama Polda Kepri dan Polresta Barelang.

Tak ketinggalan, sekitar 60 pelaku usaha barang bekas dan penampung rongsokan turut hadir.

10 Kasus Terungkap, Penadah Jadi Target Selanjutnya

Polresta Barelang telah berhasil mengungkap 10 kasus pencurian fasilitas umum dalam waktu singkat. Namun, Kapolda Asep Safrudin menegaskan bahwa ini baru permulaan.

“Pencurian rayap besi ini bukan lagi masalah biasa. Ini musuh bersama kita semua. Saya tegaskan, Polda Kepri akan menindak tegas bukan hanya pelaku pencurian, tetapi juga pihak yang membeli atau menampung barang hasil kejahatan,” tegas Irjen Asep Safrudin.

Walikota Amsakar Achmad menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan Pemerintah Kota Batam terus memperkuat pengawasan dengan penambahan CCTV di titik-titik rawan.

Sementara Wakil Walikota Li Claudia Chandra menyoroti kasus pencurian di Terowongan Pelita yang sempat membuat warga resah karena penerangan padam total.

Pakta Integritas Ditandatangani, Komitmen Tak Main-Main

Puncak kegiatan adalah penandatanganan Pakta Integritas Komitmen Bersama oleh para pelaku usaha scrap, penampung rongsokan, serta instansi terkait.

Para pengusaha berjanji tidak akan menerima barang curian dan akan melaporkan jika menemukan barang yang mencurigakan.

Dalam sesi diskusi yang hidup, perwakilan pelaku usaha meminta panduan jelas mengenai barang rongsokan yang boleh dan tidak boleh diperdagangkan.

Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol. Ronni Bonic dan Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian memberikan penjelasan sekaligus peringatan keras agar tidak ada lagi pihak yang nekat menjadi penadah.

Intuisi.net Ajak Warga Ikut Bergerak

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa rayap besi adalah musuh bersama Batam. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk memberantas kejahatan ini.

Polresta Barelang mengimbau seluruh warga Batam untuk aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui Layanan Polisi 110 yang siap melayani 24 jam.

Mari kita jaga Batam bersama. Rayap besi harus dihentikan sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *