intuisi.net- Pertemuan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Prancis, sang juara bertahan yang haus gelar ketiga, akan meladeni tantangan Maroko, si Singa Atlas yang tak kenal takut, di babak perempat final (8 besar) Piala Dunia 2026.
Ini bukan sekadar laga knockout biasa, ini adalah ulangan semifinal epik Qatar 2022, di mana Les Bleus menang 2-0, tapi kali ini Maroko datang dengan momentum yang lebih ganas.
Prancis: Mesin Gol yang Tak Terbendung
Kylian Mbappé dan kawan-kawan tampil dominan sepanjang turnamen.
Di babak 16 besar, mereka menyelesaikan tugas melawan Paraguay dengan kemenangan solid, dipimpin Mbappé yang terus mendekati rekor gol Piala Dunia legendaris.
Tim besutan Didier Deschamps ini punya skuad mewah: Mike Maignan di bawah mistar, pertahanan solid ala William Saliba dan Dayot Upamecano, serta lini serang mematikan dengan Ousmane Dembélé, Michael Olise, Bradley Barcola, dan tentu saja Mbappé sebagai ujung tombak.
Prancis datang dengan rekor impresif: tak terkalahkan di fase grup dan babak awal, mencetak banyak gol sambil menjaga pertahanan rapat.
Mereka adalah favorit, tapi tahu betul Maroko bukan lawan sembarangan.
Maroko: Kisah Cinderella yang Semakin Nyata
Siapa sangka? Maroko kembali menjadi mimpi buruk bagi tim-tim Eropa. Setelah menghancurkan tuan rumah Kanada 3-0 di babak 16 besar (berkat brace Azzedine Ounahi dan gol Soufiane Rahimi), Singa Atlas semakin percaya diri.
Dipimpin pelatih Mohamed Ouahbi, tim ini mengandalkan disiplin taktik, semangat juang luar biasa, dan talenta bintang seperti Achraf Hakimi (salah satu bek kanan terbaik dunia), Sofyan Amrabat, Brahim Díaz, serta Ismael Saibari yang sedang on fire.
Maroko bukan hanya tim bertahan, mereka punya gigi tajam dan mampu menciptakan kejutan di setiap laga.
Sejarah mereka di Piala Dunia semakin legendaris: semifinalis 2022, dan kini berpotensi jadi tim Afrika pertama yang lolos ke semifinal dua kali.
Mengapa Laga Ini Spesial?
- Ulangan Dramatis: Pertemuan keempat di Piala Dunia, dengan Prancis unggul head-to-head, tapi Maroko punya dendam dan evolusi yang lebih matang.
- Kontras Gaya: Prancis dengan kecepatan dan individualitas bintang vs. Maroko dengan kolektivitas, pressing tinggi, dan pertahanan organisasi yang sulit ditembus.
- Taruhan Besar: Pemenang berhak melangkah ke semifinal, semakin dekat trofi.
Prediksi? Prancis mungkin masih lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad dan Mbappé, tapi jangan remehkan Maroko.
Satu momen keajaiban, satu kesalahan, atau gol set-piece bisa mengubah segalanya, seperti yang sudah mereka buktikan berkali-kali.
Laga ini dijadwalkan pekan depan (sekitar 9-10 Juli 2026) dan diprediksi jadi salah satu highlight turnamen.
Siapkah Prancis melanjutkan dominasi, atau Maroko akan menulis sejarah baru sebagai raksasa Afrika?
Dunia sepak bola menanti jawabannya.












