Jakarta, intuisi.net- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 di hadapan Komisi VII DPR RI.
Dengan semangat baru, Kementerian Pariwisata siap mengakselerasi pembangunan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai mesin penggerak perekonomian Indonesia.
Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Widiyanti menegaskan bahwa pariwisata menjadi pilar utama dalam mendukung Asta Cita ke-3 Presiden, yaitu melanjutkan pembangunan infrastruktur, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mengembangkan industri kreatif dan agro-maritim.
“Kami berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk menghadirkan kontribusi pariwisata yang jauh lebih besar bagi perekonomian nasional, penciptaan lapangan kerja, devisa negara, dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Menteri Widiyanti.
Target Ambisius 2027 yang Siap Menggebrak
Kementerian Pariwisata menetapkan target-target agresif untuk tahun 2027:
- Kunjungan wisatawan mancanegara: 17,6–19,1 juta kunjungan (naik 8,5–10%)
- Devisa pariwisata: Rp25,5–28,6 miliar dolar AS (tumbuh 16%)
- Perjalanan wisatawan nusantara: 1,28 miliar perjalanan (naik 8,5%)
- Penyerapan tenaga kerja: 27,33 juta orang (tumbuh 3%)
- Kontribusi terhadap PDB: 4,7–4,8% (naik 0,4 poin persentase)
- Investasi pariwisata: Rp71 triliun (naik 11,8%)
Sektor akomodasi, makanan, dan minuman diproyeksikan tumbuh paling kencang, mencapai 8,7–9,3 persen.
Fokus Program Unggulan
Tahun 2027, Kementerian Pariwisata akan memprioritaskan:
- Penyelesaian 10 Destinasi Prioritas
- Pembangunan 3 Destinasi Regeneratif
- Pengembangan SDM pariwisata berkualitas
- Pemasaran pariwisata yang lebih agresif
- Penguatan pariwisata berkelanjutan dan inklusif
- Pengembangan event kelas dunia melalui Event by Indonesia
- Program Tourism 5.0, desa wisata, dan peningkatan keselamatan berwisata
Dampak Nyata Program Desa Wisata
Menteri Widiyanti juga memamerkan bukti keberhasilan nyata program unggulan. Jumlah desa wisata terdata di platform Jadesta meningkat menjadi 6.262 desa pada 2026.
Pada 50 desa wisata penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024:
- Total kunjungan wisatawan naik 44,81% di tahun 2025
- Pendapatan pariwisata masyarakat lokal melonjak dari Rp38,48 miliar (2023) menjadi Rp59,60 miliar (2025)
Tantangan Anggaran dan Komitmen Maksimal
Meski pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp1,01 triliun mengalami penurunan, Kementerian Pariwisata tetap optimis. Setiap rupiah anggaran akan dimaksimalkan untuk memberikan dampak sebesar-besarnya.
“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak berprestasi. Ini justru menjadi momentum bagi kita untuk bekerja lebih cerdas, lebih inovatif, dan lebih berdampak,” ujar Menteri Widiyanti.
Sinergi Pemerintah dan DPR untuk Pariwisata Indonesia Emas
Di akhir rapat, Menteri Widiyanti mengapresiasi masukan dari Komisi VII DPR RI dan menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.
“Mari kita bersama mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global.”












