Li Claudia Dipuji, Li Claudia Dikritik

Tetap Fokus Benahi Batam

Wakil Wali Kota Batam juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat sidak tambang pasir ilegal di Nongsa.

Batam, intuisi.net – Aksi tegas Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat sidak pencurian pasir ilegal di pinggir jalan kawasan Nongsa menuju Bandara Hang Nadim, mendadak menjadi sorotan publik.

Video yang diunggah di akun media sosial pribadinya itu menyebar luas, memicu beragam respons dari warga Batam. Namun, Li Claudia menegaskan, ia tak punya niat buruk selain komitmen membenahi kota yang ia cintai.

Dalam video tersebut, Li Claudia langsung menghentikan aktivitas pengambilan pasir sedimentasi yang diduga ilegal.

Ia menjelaskan bahwa aksi itu berbahaya karena bisa menyebabkan pergeseran tanah, kerusakan badan jalan, hingga mengancam keselamatan pengguna jalan menuju bandara.

“Kalau dikorek terus, nanti jalan kita bisa putus. Ini tidak boleh diambil sembarangan,” tegasnya.

Yang membuat video semakin viral adalah teguran keras Li Claudia kepada salah seorang warga yang sedang mengumpulkan pasir.

“Kami lagi benahi Batam, Pak. Bapak kalau kayak gini bagaimana? Masa pagi kerjanya nyolong, malam jadi satpam,” katanya dalam video.

Ia juga menyebut soal warga non-KTP Batam yang datang tanpa tujuan jelas dan melakukan pelanggaran:

“Kalau bukan orang Batam, datang ke sini enggak kerja, malah nyolong-nyolong, suruh pulang saja ke daerahnya.”

Beragam Respons Masyarakat

Aksi ini menuai respons beragam. Banyak warga Batam asli dan pendukung penertiban memuji ketegasan Li Claudia.

Mereka melihatnya sebagai representasi keresahan atas urbanisasi liar, pencurian sumber daya, dan kerusakan lingkungan.

Beberapa akademisi dan aktivis lokal menyebut sikapnya mewakili suara anak Batam yang ingin kota tetap tertata.

Di sisi lain, ada kritik yang menyebut pernyataannya terlalu keras dan berpotensi menyudutkan pendatang.

Beberapa pihak menantang agar penertiban tidak hanya menyasar rakyat kecil, tapi juga pelaku pelanggaran besar seperti reklamasi ilegal.

Walikota Batam Amsakar Achmad turun tangan meredam polemik. Ia menegaskan bukan soal “mengusir” melainkan penataan administrasi kependudukan di tengah tekanan migrasi tinggi.

“Batam termasuk lima daerah di Indonesia dengan arus migrasi yang harus dikendalikan. Jumlah penduduk kita melonjak drastis, mendekati 1,4 juta jiwa.

Ini berdampak pada sampah, pengangguran, listrik, air bersih, dan infrastruktur,” jelas Amsakar.

Ia meminta masyarakat tidak membangun narasi kontraproduktif.

Klarifikasi Li Claudia: “Kami Lagi Benahi Batam”

Pada 1 Mei 2026, usai menghadiri peringatan Hari Buruh, Li Claudia buka suara. “Saya tidak ada niat apa-apa. Kan kami lagi benahin Batam,” katanya tegas.

Ia menjelaskan sudah ada peringatan sebelumnya soal bahaya pengambilan pasir, termasuk penanaman pohon bougainville untuk penataan lingkungan.

“Mari jaga keamanan dan jaga lingkungan kota yang kita cintai,” ajaknya.

Aksi sidak Li Claudia mencerminkan gaya kepemimpinan lapangan yang proaktif, sesuatu yang jarang dilakukan pejabat tinggi.

Di satu sisi, ini membangun citra “pemimpin garang” yang tak ragu turun tangan langsung, sesuai janji kampanye benahi Batam dari sisi ketertiban, lingkungan, dan tata kelola penduduk.

Di sisi lain, pemilihan kata yang tegas berisiko memicu polarisasi di masyarakat majemuk seperti Batam.

Namun, inti pesannya jelas: Batam butuh penataan serius agar pertumbuhan ekonomi dan investasi tidak diimbangi masalah sosial-lingkungan.

Dukungan Walikota Amsakar menunjukkan ini bukan aksi pribadi, melainkan bagian dari kebijakan pemerintah daerah.

Bagi warga Batam, momen ini jadi pengingat bersama: pembangunan kota bukan hanya tanggung jawab pejabat, tapi juga partisipasi masyarakat.

Politikus senior kota Batam, Johan/Ucok Nasution menilai sikap Li Claudia mewakili keresahan warga asli Batam. “Utamakan anak Batam, daripada pendatang dalam dunia kerja.”

Mari jaga Batam agar tetap indah, tertib, dan maju – untuk generasi sekarang dan mendatang.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *