Antisipasi Balasan Singapura, Bahlil Berburu BBM ke India dan Cina

Indonesia tak mau bergantung BBM pada Singapura

BAHLIL
Konferensi Pers, Bahlil akan Bertolak ke India dan Cina, Kejar Kontrak BBM Jangka Panjang. Selasa (27/10/2026).

intuisi.net-  Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan mencari alternatif pasokan bahan bakar minyak (BBM), khususnya RON 90 atau Pertalite, dari India, Cina, dan sejumlah negara lain.

Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika Singapura merespons pemangkasan ekspor gas Indonesia dengan mengurangi pasokan BBM ke tanah air.

Keputusan pemerintah memangkas ekspor gas pipa ke Singapura sebesar 31 billion British thermal unit per day (BBtud) atau sekitar 8 persen dari total pengiriman 409,55 BBtud mulai 24 Oktober 2026 menjadi latar belakang utama.

Gas yang dialihkan itu diprioritaskan untuk kebutuhan domestik, termasuk pasokan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra.

Bahlil menegaskan pemangkasan tersebut tidak melanggar kontrak karena masih berada dalam batas minimum yang disepakati (sekitar 91–92 persen). Namun, Indonesia menyadari ketergantungan tinggi pada impor BBM dari Singapura.

Bahlil sebelumnya mengungkapkan bahwa sekitar 54–59 persen impor BBM Indonesia berasal dari negara tetangga itu.

Data menunjukkan Singapura menjadi pemasok terbesar sepanjang Januari–Agustus 2026 dengan nilai US$7,39 miliar atau sekitar 55,69 persen dari total impor kelompok produk tersebut, setara volume 8,24 juta ton.

“Indonesia juga tahu bahwa kita mengimpor BBM RON 90 dari negara tetangga dan mulai besok saya akan berangkat ke beberapa negara termasuk India, Cina, dan beberapa negara untuk saya mendapatkan kepastian pasokan,” tutur Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia menegaskan pemerintah telah memperhitungkan segala kemungkinan, termasuk jika Singapura membalas dengan memangkas ekspor BBM.

“Kita sebelum melangkah, tidak mungkin tidak mempertimbangkan [atau] memperhitungkan semuanya. Sudah. Kalau di sektor energi kita sudah saya pertimbangkan semuanya,” katanya.

Bahlil memastikan pasokan BBM dalam negeri, khususnya Pertalite, saat ini dalam kondisi aman. Pemerintah juga menjamin harga BBM bersubsidi tidak akan dinaikkan hingga akhir 2026.

Langkah mencari sumber pasokan baru merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengamankan kontrak jangka panjang dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan diversifikasi pemasok ke India, Cina, dan negara lain, pemerintah ingin mengurangi risiko ketergantungan pada satu sumber sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga bagi masyarakat.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *