UiTM Malaysia dan Kecamatan Nongsa Bersatu Lestarikan Mangrove

Mahasiswa Malaysia Gelar EduXplore di Nongsa

Istimewa

Batam, intuisi.net- Semangat kebersamaan lintas negara terasa kuat di kawasan Ekowisata Pandang Tak Jemu, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Sabtu (24/10/2026).

Sebanyak 50 dosen dan mahasiswa Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Johor Kampus Pasir Gudang, Malaysia, disambut hangat oleh Camat Nongsa Amuri, S.E., M.H., bersama jajaran pemerintah kecamatan, masyarakat, dan pengelola destinasi dalam kegiatan EduXplore Indonesia: JPK UiTMPG Knowledge Outreach.

Kegiatan yang berlangsung 22–25 Oktober 2026 ini berfokus pada edukasi lingkungan, pelestarian mangrove, serta penguatan hubungan antarbangsa.

Kehadiran rombongan UiTM menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kecamatan Nongsa untuk memperkuat visi Nongsa Hijau (Green Nongsa).

Camat Amuri menekankan bahwa mangrove bukan sekadar kekayaan alam yang harus dilindungi, melainkan aset strategis bagi masa depan Nongsa.

“Mangrove melindungi kawasan pesisir, menjadi habitat berbagai biota, sekaligus memiliki potensi besar sebagai wisata edukasi dan ekowisata yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Data Peta Mangrove Nasional (PNM) 2024 mencatat luas hutan mangrove di Batam mencapai 17.658 hektare. Namun, akibat alih fungsi lahan untuk industri, perumahan, dan infrastruktur, saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 2.000 hektare atau 4,2 persen dari luas Pulau Batam.

Di wilayah Sambau sendiri, luas mangrove tersisa sekitar 150 hektare. Melalui edukasi, kepedulian lingkungan, dan gotong royong di Pandang Tak Jemu, Pemerintah Kecamatan Nongsa ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.

Menurut Amuri, pengembangan pariwisata tidak boleh semata-mata mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat harus menjadi prioritas utama.

Selain kegiatan edukasi, rombongan UiTM juga melaksanakan aksi sosial berupa makan bersama masyarakat dan penyerahan sumbangan kepada Panti Asuhan Restu Ilahi di Sambau.

Kegiatan ini mencerminkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi yang semakin mempererat ikatan persaudaraan antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.

Kunjungan ini sekaligus memperkuat hubungan persahabatan Batam–Johor yang memiliki kedekatan geografis dan akar budaya Melayu.

Pemerintah Kecamatan Nongsa berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut melalui pertukaran pengetahuan, edukasi lingkungan, pengabdian masyarakat, dan promosi potensi wisata Nongsa ke kancah internasional.

Sebagai bentuk apresiasi, Camat Amuri menerima Sijil Penghargaan dari UiTM yang ditandatangani Dr. Siti Khadijah Binti Alias, Penolong Rektor UiTM Cawangan Johor Kampus Pasir Gudang.

Pemerintah Kecamatan Nongsa menegaskan komitmennya untuk terus melibatkan masyarakat, kelompok sadar wisata, generasi muda, dan pelaku UMKM dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mengembangkan potensi pariwisata lokal.

Pandang Tak Jemu diharapkan menjadi contoh destinasi yang berhasil memadukan pelestarian mangrove, edukasi, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan EduXplore Batam ini terbangun semangat bersama untuk menjaga mangrove, memajukan pariwisata Batam, memperkuat kepedulian sosial, dan mewujudkan Kecamatan Nongsa yang semakin maju, hijau, dan berdaya saing,” kata Amuri.

Atas nama Pemerintah Kecamatan Nongsa, Camat Amuri menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh rombongan UiTM Pasir Gudang, panitia, pengelola Pandang Tak Jemu, masyarakat, serta semua pihak yang berkontribusi dalam kegiatan sosial di Panti Asuhan Restu Ilahi Muhammadiyah Sambau.

Hijau Nongsa, Mangrove Terjaga, Masyarakat Sejahtera, Pariwisata Batam Mendunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *