Garuda Tuntas Balas Dendam: Indonesia 2-0 Singapura

Pembuka Jalan di FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia menang 2-0 atas Singapura di laga perdana FIFA ASEAN Cup.

Jakarta, intuisi.net- Malam itu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 38.702 penonton tak hanya menyaksikan kemenangan.

Mereka menyaksikan penutupan bab yang pahit. Tujuh minggu setelah ditahan imbang 1-1 di Jalan Besar yang mengakhiri harapan Indonesia di Kejuaraan ASEAN, Timnas Garuda menuntaskan misi balas dendam dengan skor 2-0 atas Singapura dalam laga pembuka Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.

Ini bukan sekadar tiga poin. Ini pernyataan tegas bahwa skuad John Herdman versi “lengkap” dengan pemain-pemain Eropa yang kembali tersedia di jendela FIFA.

Gol Pertama yang Menyimpan Simbolisme

Menit ke-13. Luke Vickery, debutan di sayap kanan, menerobos ruang yang ditinggalkan Nur Adam Abdullah. Umpan tariknya menemukan Ragnar Oratmangoen yang datang dari belakang. Satu sentuhan, bola bersarang. 1-0.

Vickery bukan sekadar nama baru. Keberaniannya menekan tinggi sejak menit-menit awal memaksa Singapura bermain reaktif.

Sementara Oratmangoen, yang pernah mencetak gol di Jalan Besar bulan lalu, kali ini menyelesaikan tugas yang tertunda.

Indonesia mendominasi penguasaan bola dan peluang di babak pertama. Namun, ketajaman di kotak penalti masih perlu diasah, beberapa peluang Romeny dan Oratmangoen sendiri masih belum berbuah.

Babak Kedua: Drama VAR, Kartu Merah, dan Eksekusi Dingin

Singapura sempat menunjukkan tanda-tanda hidup di babak kedua. Song Ui-young hampir menciptakan kejutan, namun Maarten Paes sigap.

Lalu datang momen yang mengubah segalanya. Menit ke-70, Safuwan Baharudin menjatuhkan Mitchell Baker.

Wasit Uzbekistan Rustam Lutfullin awalnya memberi kartu kuning, lalu setelah meninjau monitor VAR, mengubahnya menjadi merah, pelanggaran terakhir yang menghilangkan peluang jelas mencetak gol.

Dari tendangan bebas Thom Haye yang mengenai tangan pemain Singapura di dalam kotak penalti, wasit menunjuk titik putih.

Ole Romeny, dengan tenang, mengelabui Izwan Mahbud. 2-0 di menit ke-73.

Herdman melakukan pergantian bijak: Rayhan Hannan masuk menggantikan Romeny, lalu Rizky Ridho menggantikan Vickery untuk mengamankan lini belakang. Skor bertahan hingga peluit panjang.

Apa yang Berbeda dari Pertemuan Sebelumnya?

Pelatih Singapura Gavin Lee mengakui perbedaan mencolok. “Skuad Indonesia malam ini sangat berbeda dari yang kami hadapi sebelumnya. Mereka lebih kuat,” ujarnya usai laga.

Lee juga mengkritik dirinya sendiri: “Kami tidak cukup percaya diri sejak awal, terutama di babak pertama.”

Herdman sendiri sebelumnya sudah mewaspadai kedisiplinan taktik dan mental kolektif Singapura.

“Mereka punya pengalaman, semangat juang, dan pemahaman yang sudah terbangun lama. Tapi kami datang dengan misi jelas: tiga poin dan identitas permainan kami.”

Kemenangan ini mengembalikan tren positif setelah kekecewaan di AFF.

Malaysia, yang lebih dulu mengalahkan Bangladesh 3-0, sementara memimpin klasemen berkat selisih gol. Indonesia duduk di posisi kedua dengan poin sama.

FIFA ASEAN Cup 2026 adalah turnamen baru yang digelar langsung di bawah naungan FIFA, berbeda dari Piala AFF yang dikelola AFF.

Dengan status resmi kalender FIFA, klub-klub wajib melepas pemain. Indonesia, sebagai tuan rumah Grup A, memanfaatkan momentum ini sepenuhnya.

Bagi para pendukung di tribun GBK, malam itu bukan hanya tentang skor. Ada rasa lega. Ada rasa bahwa “hutang” sudah dilunasi. Dan ada harapan bahwa perjalanan menuju trofi pertama era Herdman baru saja dimulai.

Laga berikutnya: Senin, 28 September, Indonesia menghadapi Malaysia di stadion yang sama. Pertandingan yang sudah dinanti sejak undian digelar.

Tiga poin sudah di tangan. Identitas permainan mulai terlihat. Sekarang, tantangan berikutnya menanti dan Garuda tampak siap menjawabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *