Batam Mendunia Lewat Kenduri Seni Melayu

Kadispar Batam: Libatkan Empat Negara

Salah satu Peserta dari Negara Tetangga.

Batam, intuisi.net-  Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 resmi dibuka pada Jumat (3/7/2026) di Dataran Engku Putri, Batam Centre.

Acara ini menandai dimulainya pagelaran budaya terbesar di Kota Batam yang tahun ini kembali masuk dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Pembukaan yang penuh warna dan semangat ini dihadiri oleh para pejabat tinggi nasional dan daerah. Hadir antara lain Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata RI Hafiz Agung Rifai, Deputi Bidang Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu, serta Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif Resto Krisna Kusuma.

Turut hadir Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam Dato’ Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhammad Amin, unsur Forkopimda, dan jajaran BP Batam.

Acara ini juga dimeriahkan oleh delegasi seni dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyatakan kebanggaan atas keberhasilan KSM mempertahankan posisinya di level nasional.

“Setelah melalui kurasi ketat ratusan event dari seluruh Indonesia, Kenduri Seni Melayu kembali dipercaya menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara 2026. Ini bukan sekadar pengakuan, tapi bukti bahwa Batam mampu menghadirkan event budaya berkelas dunia yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ardiwinata menjelaskan, program Karisma Event Nusantara telah memberikan kontribusi besar terhadap sektor pariwisata nasional.

Sepanjang tahun 2025, program tersebut mampu mendorong lebih dari 10 juta kunjungan wisatawan dengan perputaran ekonomi mencapai Rp17,01 triliun, yang turut menggerakkan pelaku seni, UMKM, komunitas kreatif, hingga tenaga kerja di berbagai daerah.

Menurutnya, penyelenggaraan Kenduri Seni Melayu juga menjadi bagian dari implementasi program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, khususnya dalam memperkuat pariwisata berbasis budaya, mendorong ekonomi kreatif dan UMKM, melestarikan budaya Melayu sebagai identitas daerah, serta memperkuat Batam sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE).

Kolaborasi untuk Melestarikan & Memajukan Budaya Melayu

Dato’ Wira Setia Utama YM. H. Raja Muhammad Amin menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Pemerintah Kota Batam yang telah menyelenggarakan Kenduri Seni Melayu selama 27 tahun berturut-turut.

“Ini bukti Batam tetap teguh menjaga identitas sebagai bandar dunia yang madani. Mari kita jaga bersama budaya Melayu ini, karena Batam adalah kampung kita, tempat kita membangun kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera.”

Plt Deputi Hafiz Agung Rifai menambahkan, ini adalah kali keempat KSM masuk dalam Karisma Event Nusantara.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi semua pihak. Kenduri Seni Melayu bukan hanya panggung pertunjukan, melainkan jendela dunia untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan budaya Melayu. Kami berharap event ini terus menjadi signature event Batam yang mampu menarik wisatawan nusantara dan mancanegara.”

Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam sambutannya menekankan makna keberlanjutan event ini.

“Tidak mudah mempertahankan sebuah event selama puluhan tahun. Alhamdulillah, Kenduri Seni Melayu terus tumbuh dan berkembang.

Sejalan dengan visi Batam sebagai kota madani yang inovatif dan berbudaya, KSM menjadi ruang kolaborasi emas bagi seniman lokal, nasional, dan internasional untuk mengangkat marwah budaya Melayu.”

Pembukaan ditandai dengan prosesi simbolis penggoresan kuas di atas kanvas oleh para tamu kehormatan, merepresentasikan semangat gotong royong dan kolaborasi dalam memajukan seni budaya.

Apresiasi Dari Negara Tetangga

Ketua Kumpulan Sanggar Tari dari Sabah Malaysia, Meimei, mengaku sangat antusias mengikuti Kenduri Seni Melayu 2026.

Ia menyebut partisipasi mereka merupakan pengalaman pertama sanggar asal Sabah tampil di Batam. “Sabah mengikuti Kenduri Seni Melayu di Batam. Kami membawa Tari Zapin yang biasa ditampilkan pada acara-acara besar di Malaysia dengan delapan penari terbaik,” ujarnya.

Jadwal & Atraksi

Rangkaian Kenduri Seni Melayu 2026 masih akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 3–5 Juli 2026, di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Berbagai pertunjukan seni budaya dari seniman lokal, nasional, dan mancanegara akan terus disuguhkan kepada masyarakat.

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati bazar UMKM, kuliner Melayu, serta beragam atraksi budaya yang menjadi bagian dari upaya memperkuat Batam sebagai destinasi pariwisata budaya unggulan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *