Fokus Perbaikan Infrastruktur & Bantuan Udara

BNPB kebut 25 alat berat & 22 jembatan bailey darurat pasca banjir-longsor.

Akses di wilayah Silungkang yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali. Sejumlah titik, termasuk di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang Kec. Palembayan Kab. Agam, akses masih terputus karena timbunan material lumpur, batu dan kayu, Rabu (3/12). (BNPB)

Padang, intuisi.net – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat yang meliputi banjir bandang, longsor, dan tanah amblas sejak pertengahan November 2025. Hingga Rabu, 3 Desember 2025, total 18 ton bantuan pangan dan non-pangan telah berhasil didistribusikan melalui jalur udara ke puluhan nagari yang masih terisolir total.

Pada hari Rabu (3/12) saja, sebanyak 6,5 ton bantuan didrop menggunakan helikopter TNI AU, Basarnas, dan Polairud dengan rincian sebagai berikut:

  • Kabupaten Agam: 4,1 ton (terbanyak karena banyak nagari di Kecamatan Candung, Sungai Pua, dan Palupuh masih terputus)
  • Kabupaten Padang Pariaman: 843 kg
  • Kabupaten Solok: 808 kg
  • Kota Pariaman: 430 kg
  • Kabupaten Pesisir Selatan: 250 kg

Bantuan yang dikirim mencakup sembako keluarga, biskuit protein tinggi, air mineral galon, makanan bayi, susu kemasan, obat-obatan esensial, pembalut wanita, selimut, terpal, kasur lipat, dan pakaian layak pakai.

Kerusakan Infrastruktur yang Masif Bencana kali ini menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan terparah dalam satu dekade terakhir di Sumbar. Data BNPB dan PUPR mencatat:

  • 62 titik putus/tertimbun di jalan nasional
  • 172 titik di jalan provinsi
  • 321 titik di jalan kabupaten/kota Total 555 titik kerusakan yang membuat ratusan ribu warga di 8 kabupaten/kota terisolasi.

Untuk mempercepat pembukaan akses, 25 unit alat berat (excavator, dozer, loader) telah dikerahkan khusus untuk jalan nasional oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar-Riau. Alat berat ini terkonsentrasi di tiga kabupaten terparah: Tanah Datar, Agam, dan Solok.

Sementara itu, 22 unit jembatan bailey darurat segera didirikan di titik-titik kritis, antara lain:

  • Jembatan penghubung Nagari Sungai Janiah – Gadut (Agam)
  • Jembatan Sigantang – Alahan Panjang (Tanah Datar)
  • Jembatan Arosuka – Sangir (Solok)
  • Beberapa titik di Padang Pariaman, Pasaman Barat, dan Pasaman

Jembatan bailey ini menjadi harapan utama agar truk logistik berkapasitas 5-10 ton bisa segera masuk dalam 3-5 hari ke depan.

Pembersihan Longsor & Normalisasi Sungai Selain perbaikan jalan, tim gabungan TNI, Brimob, Tagana, dan relawan terus membersihkan material longsor di ratusan titik. Di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan (Agam), misalnya, lumpur, batu, dan batang kayu setebal 2-4 meter masih menutup badan jalan dan rumah warga.

Di Pesisir Selatan, normalisasi sungai Batang Sumpur dan Batang Bangko juga dilakukan untuk mencegah banjir susulan.

Kunjungan Presiden Prabowo Presiden Prabowo Subianto pada 1 Desember 2025 melakukan kunjungan kilat selama 12 jam ke tiga provinsi terdampak (Sumbar, Jabar, Jateng). Di Padang Pariaman, Presiden menegaskan agar semua pihak bekerja tanpa alasan lambat. Baca liputan lengkap kunjungan Presiden di artikel intuisi.net.

Sumber Resmi Informasi lengkap dan update harian dapat diakses melalui:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *