Panyabungan, intuisi.net – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Muhammad Saipullah Nasution resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam selama 14 hari terhitung mulai Rabu (26/11/2025) malam. Keputusan ini diambil setelah banjir bandang dan longsor terus meluas di tengah curah hujan ekstrem yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Penetapan status tanggap darurat tersebut langsung diumumkan Bupati Saipullah usai memimpin rapat koordinasi darurat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, dan instansi vertikal di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan.
“Kami menetapkan status tanggap darurat agar segala sumber daya dan kewenangan bisa langsung digerakkan dengan cepat tanpa terkendala birokrasi. Situasi di lapangan sudah sangat kritis,” tegas Bupati Saipullah.
Hingga Rabu malam, 12 kecamatan dilaporkan terdampak parah, di antaranya:
- Kecamatan Panyabungan
- Kecamatan Natal
- Kecamatan Batang Natal
- Kecamatan Muara Batang Gadis
- dan 8 kecamatan lainnya.
Puluhan titik longsor besar menyebabkan jalur transportasi utama terputus total, termasuk akses menuju beberapa desa terpencil. Akibatnya, pendistribusian logistik bantuan kepada warga korban terkendala berat.
Kepala Pelaksana BPBD Madina, Mukhsin Nasution, menyatakan bahwa kemampuan penanggulangan dengan sumber daya biasa sudah tidak mencukupi lagi.
“Dampak bencana terus meluas setiap jam. Hujan masih sangat lebat. Dengan status tanggap darurat ini, kita bisa memprioritaskan nyawa dan keselamatan warga serta mempercepat bantuan dari provinsi dan pusat,” ujar Mukhsin.
Langkah Cepat yang Diambil Pemkab Madina:
- Pendirian posko induk dan posko kecamatan di seluruh wilayah terdampak
- Aktivasi dapur umum di tiap kecamatan dengan stok logistik darurat
- Pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor
- Koordinasi intensif dengan BMKG untuk prediksi cuaca ekstrem berikutnya
- Peliburan sementara aktivitas belajar mengajar di seluruh sekolah hingga situasi dinyatakan aman (Kadis Pendidikan diminta segera mengeluarkan surat edaran)
Kepala Dinas Perhubungan Madina, Adi Wardana, menambahkan bahwa beberapa ruas jalan provinsi dan nasional yang melintasi Madina juga terdampak longsor parah, sehingga dibutuhkan kerja sama lintas kabupaten dan provinsi.
Bupati Saipullah menegaskan, “Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan warga, memenuhi kebutuhan dasar korban, dan membuka kembali akses yang terisolir.”
Pemkab Madina juga membuka posko informasi dan pengaduan 24 jam di Kantor BPBD Madina dan menghimbau warga yang membutuhkan bantuan segera melapor ke posko terdekat atau menghubungi call center bencana di nomor darurat yang akan segera diumumkan.
Bencana banjir dan longsor kali ini menjadi yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di Mandailing Natal. Pemerintah daerah berharap status tanggap darurat ini dapat mempercepat penanganan dan meminimalkan korban jiwa serta kerugian materiil.












