Operasional Haji 2026 Memasuki Fase Krusial

81.992 Jemaah Tiba dengan Aman, Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan Kesehatan

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff saat memberikan keterangan pers terkait update penyelenggaran ibadah haji 2026. (Foto: Kemenhaj)

intuisi.net – Operasional pemberangkatan Jemaah Haji Indonesia 2026 memasuki fase krusial.

Dengan jumlah jemaah yang terus meningkat setiap hari, pemerintah memastikan seluruh layanan berjalan aman, tertib, dan terkendali.

Hingga hari ke-14, sebanyak 81.992 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui 211 kloter, didampingi 841 petugas.

Dari jumlah tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jemaah telah tiba di Madinah. Proses kedatangan berlangsung secara bertahap dan relatif lancar.

Sementara itu, 52 kloter telah melanjutkan pergerakan menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

Juru Bicara Kementerian Agama, Maria Assegaff, menyatakan bahwa seluruh tahapan operasional haji berada dalam pengawasan ketat.

“Alhamdulillah, hingga saat ini operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Setiap pergerakan jemaah kami pantau secara real-time dengan pendampingan petugas yang intensif,” ujar Maria dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Tantangan Kesehatan dan Respons Cepat Pemerintah

Meski operasional berjalan baik, tekanan kesehatan mulai terlihat seiring tingginya aktivitas jemaah dan cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang mencapai 43 derajat Celsius pada siang hari.

Layanan kesehatan mencatat 8.575 kasus rawat jalan. Saat ini, 58 jemaah masih mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan rujukan.

Sebanyak 9 jemaah telah wafat, dengan penyebab utama didominasi penyakit jantung dan gangguan pernapasan.

“Kami menyampaikan duka mendalam atas kepergian jemaah kita. Seluruh hak jemaah, termasuk layanan badal haji, tetap kami penuhi sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Maria.

Pemerintah terus memperkuat layanan pendukung, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas. Ketersediaan kursi roda resmi telah ditingkatkan dan distandarisasi untuk mencegah praktik pungutan liar.

“Tidak ada toleransi bagi pungutan liar. Jemaah dan keluarga diminta hanya menggunakan layanan resmi yang disediakan pemerintah,” tegasnya.

Pesan Penting untuk Jemaah

Maria mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik dengan disiplin:

“Cuaca di Tanah Suci sangat ekstrem. Gunakan pelindung diri, payung, dan topi. Cukupi asupan cairan, istirahat yang cukup, dan jangan memaksakan diri. Kesehatan adalah kunci agar ibadah dapat dilakukan dengan khusyuk dan sempurna.”

Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi untuk memastikan kelancaran operasional hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *