Kemkomdigi Bangun 2.000 Kampung Internet

Wujudkan Transformasi Digital

Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, saat diskusi panel Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026, di Garuda Sparks Innovation Hub, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Jakarta, intuisi.net- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) semakin menunjukkan komitmen nyata dalam memeratakan akses internet hingga ke pelosok negeri.

Staf Khusus Menkomdigi Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, mengungkapkan bahwa program Kampung Internet kini telah menyentuh kurang lebih 2.000 titik di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan Alfreno saat menjadi pembicara dalam diskusi panel Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Garuda Sparks Innovation Hub, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

“Kampung Internet hari ini sudah menyentuh kurang lebih 2.000 titik di seluruh Indonesia. Nah, kita menerbitkan konektivitas untuk desa-desa yang belum pernah punya fiber connectivity,” tegas Alfreno.

Program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan langkah konkret pemerintah untuk menghubungkan kampung dan desa yang sebelumnya sama sekali belum tersambung jaringan internet.

Dengan hadirnya 2.000 titik Kampung Internet, masyarakat desa kini dapat mengakses kebutuhan digital dengan lebih mudah, mulai dari belajar daring, mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga memanfaatkan layanan publik.

Dari “Belum Pernah Tersambung” Menjadi “Terhubung”

Sebelumnya, banyak warga di desa harus menempuh jarak 5–7 kilometer hanya untuk mendapatkan koneksi internet yang stabil.

Kini, akses fixed broadband hadir langsung di rumah tangga, fasilitas umum, dan sentra UMKM.

Pemerintah bahkan menanggung biaya layanan internet gratis selama 6 hingga 12 bulan di awal program, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya tanpa beban.

Program Kampung Internet sejalan dengan arah baru Indonesia Digital yang digaungkan Kemkomdigi: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.

Selain itu, Alfreno menekankan pentingnya prinsip 3C dalam pengembangan teknologi digital, yakni Connectivity (konektivitas), Catalyst (katalisasi), dan Competency (kompetensi).

“Melalui konektivitas tersebut, masyarakat dapat mengembangkan kompetensi digitalnya di kampung ataupun desa. Sehingga dari pengembangan kompetensi digital ini, akan terwujud katalisasi sebagai ekosistem pemanfaatan teknologi digital,” jelasnya.

Dampak Nyata di Lapangan

Capaian 2.000 titik ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan tahun 2025 yang telah membangun 1.282 titik akses di 22 desa, 10 kabupaten, 15 kecamatan, dan 6 provinsi.

Pada 2026, Kemkomdigi terus memperluas jangkauan ke wilayah-wilayah yang masih minim akses fiber optik.

Manfaatnya sudah terasa. Anak-anak sekolah lebih mudah mengakses konten edukasi, pelaku UMKM dapat masuk ke e-commerce dan menggunakan QRIS tanpa kesulitan, serta layanan publik desa menjadi lebih cepat dan efisien.

Program ini juga disertai pelatihan teknis bagi siswa SMK dan penyerapan tenaga kerja lokal melalui Telco Hub, sehingga keberlanjutan infrastruktur tetap terjaga.

Target besar RPJMN 2025–2029 semakin dekat: penetrasi broadband rumah tangga mencapai 50 persen, jaringan fiber optik menjangkau 90 persen kecamatan, dan kecepatan layanan hingga 100 Mbps pada 2029.

Transformasi Digital yang Inklusif

Dengan semangat “Tak Ada yang Tertinggal, Tak Ada yang Terabaikan”, Kampung Internet membuktikan bahwa transformasi digital Indonesia tidak hanya berpusat di kota besar. Kini, desa-desa pelosok pun menjadi bagian dari ekosistem digital nasional.

Alfreno menegaskan, langkah ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan informasi dan konektivitas menjadi milik semua masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Ke depan, Kemkomdigi berkomitmen terus memperluas program ini, memperkuat literasi digital, serta menjaga ruang digital yang aman dan produktif.

Konektivitas yang bermakna bukan hanya tentang kabel dan sinyal, melainkan tentang membuka peluang, menumbuhkan ekonomi, dan memberdayakan masyarakat desa menuju Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *