Batam, intuisi.net- Nama Muhammad Rudi seolah belum bisa dilupakan warga Kepulauan Riau.
Mantan Wali Kota Batam dua periode sekaligus eks Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Banyak netizen yang secara terbuka mengungkapkan kerinduan terhadap gaya kepemimpinannya.
Diskusi soal peluang Rudi kembali “menguasai” panggung politik Kepri menjelang 2029 pun terus mengalir di berbagai platform.
Yang paling mencolok terjadi ketika Rudi kembali aktif di Facebook dengan akun @MuhammadRudi. Setelah lama vakum, postingan sapaan sederhana “Assalamualaikum” yang dilengkapi foto dirinya langsung menarik perhatian luar biasa.
Hanya dalam waktu singkat, unggahan itu meraup lebih dari 6.300 like, 2.300 komentar, dan tembus 500 ribu views. Komentar-komentar yang masuk hampir seluruhnya bernada rindu dan dukungan.
Salah satu netizen bernama Luqman menulis, “Pak, kami rindu kinerjamu, semoga Bapak kembali memimpin, Insyaallah.”
Akun hardi menambahkan, “Masih yang terbaik. Sehat selalu ya Pak Rudi.” Sementara aries menyampaikan, “Sehat-sehat om, kami rindu gebrakan om.” Bahkan hendy jerman dengan tegas menyebut Rudi sebagai “Bapak Pembangunan Kota Batam”.
Ada juga yang mengingat momen kecil, seperti ketika Rudi membantu anak-anak pondok yang kehilangan uang bus di Masjid Agung Batam, padahal saat itu ia sudah tidak menjabat.
Kerinduan itu tidak hanya muncul di Facebook. Di berbagai grup dan akun media sosial lokal, nama Rudi kerap dikaitkan dengan masa-masa pembangunan infrastruktur Batam yang terasa cepat dan menyentuh langsung kebutuhan warga.
Jalan-jalan protokol yang melebar, pedestrian yang nyaman, hingga perhatian ke pulau-pulau penyangga masih sering dibahas sebagai warisan yang sulit dilupakan.
Warga Batam khususnya merasa sentuhan “gebrakan” Rudi masih sangat dibutuhkan untuk dibawa ke level provinsi.
Di tengah perbincangan itu, sosok sang anak, Randi Zulmariadi, justru semakin solid di Partai NasDem.
Anggota DPR RI Dapil Kepri yang aktif di Instagram @randizulmariadi ini kini resmi memimpin DPD NasDem Kota Batam.
Pietra Paloh, Ketua DPW NasDem Kepri, sempat menyebut Randi sebagai “sosok penting bagi NasDem Kepri”.
Di lapangan, Randi dikenal tetap “royal”, aktif menyalurkan bantuan, menyerap aspirasi masyarakat, hingga menjaga silaturahmi dengan kader di berbagai daerah.
Gaya kehadiran Randi yang merakyat dan konsisten di tengah kader membuat banyak pihak menilai pengaruh keluarga Rudi di basis NasDem Kepri belum pudar.
Meski sang ayah sempat mengalami dinamika internal partai dan sempat muncul spekulasi soal langkah politik baru, Randi justru memperkuat posisi di struktur NasDem Batam.
Aktivitasnya di media sosial dan di lapangan dinilai menjadi jembatan yang menjaga hubungan baik dengan kader-kader lama maupun generasi muda.
Bagi sebagian pengamat lokal, kombinasi antara nostalgia kepemimpinan Rudi di medsos dan kehadiran Randi yang masih solid di NasDem menciptakan dinamika menarik.
Rudi mungkin sudah tidak lagi memegang jabatan struktural di partai lama, tapi bayang-bayangnya di hati warga, khususnya Batam, masih sangat terasa. Sementara sang anak terus menjaga “api” di internal partai.
Apakah peluang Rudi untuk kembali memimpin di tingkat provinsi benar-benar terbuka?
Tentu masih panjang jalannya. Namun satu hal yang sudah terlihat jelas: di media sosial, nama Muhammad Rudi belum lag.
Diskusi tentangnya terus hidup, komentar-komentar rindu terus bermunculan, dan dukungan dari keluarga serta kader NasDem yang masih royal menjadi bagian dari cerita yang menarik untuk terus diikuti.
Bagi banyak warga Kepri, Rudi bukan sekadar mantan pejabat. Ia adalah tokoh yang pernah membuat Batam terasa lebih maju dalam waktu relatif singkat.
Selama kerinduan itu masih ada di medsos, kansnya untuk kembali ke panggung besar politik Kepri tetap akan menjadi bahan perbincangan.
Baca Juga:












