Batam, intuisi.net – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI resmi meresmikan 12 gedung baru yang tersebar di tiga zona operasional utama: Zona Barat di Batam, Zona Tengah di Manado, dan Zona Timur di Ambon.
Pembangunan bertahap sejak 2023 ini menelan anggaran Rp533 miliar dan menjadi langkah konkret penguatan infrastruktur keamanan maritim nasional.
Dalam peresmian tersebut, Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Irvansyah, menyatakan bahwa fasilitas baru mencakup kantor Markas Komando (Mako), Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal), serta rumah susun bagi personel di setiap zona. Fasilitas di Batam menjadi yang terbesar di seluruh Indonesia.
“Dengan adanya pembangunan ini, Bakamla bisa melaksanakan tugas lebih baik lagi ke depan dan mendukung keamanan serta keselamatan di laut, khususnya di wilayah Kepri,” ujar Laksdya Irvansyah saat konferensi pers di Zona Bakamla Barat, Setokok, Batam.
Infrastruktur Modern yang Inklusif untuk Masyarakat
Selain memperkuat operasional, pembangunan di Batam memanfaatkan lahan seluas 16 hektare dari Pemerintah Daerah tidak hanya untuk keperluan militer, tetapi juga fasilitas publik.
Gedung serbaguna dan klinik dirancang agar dapat diakses masyarakat umum melalui jalur khusus tanpa prosedur keamanan ketat seperti kawasan militer.
“Kami ingin ini menjadi rumah bersama, tempat berdiskusi dan mencari solusi untuk pembangunan di Kepri, sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Kepala Bakamla.
Langkah inklusif ini diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat konektivitas sosial di wilayah pesisir yang berkembang pesat.
Tiga Pola Patroli dan Kerja Sama Internasional
Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, Bakamla terus meningkatkan patroli di jalur strategis seperti Selat Malaka dan perairan Natuna.
Terdapat tiga pola patroli utama yang dijalankan: patroli mandiri, patroli bersama antarinstansi dalam negeri, serta patroli gabungan dengan negara sahabat.
Kolaborasi domestik melibatkan TNI Angkatan Laut, Polri, Kementerian Perhubungan, Bea Cukai, dan Imigrasi. Sementara itu, kerja sama internasional dilakukan dengan Singapura, Malaysia, Australia, dan Filipina melalui patroli bersama serta pertukaran informasi.
Salah satu inisiatif unggulan Indonesia adalah pembentukan ASEAN Coast Guard Forum. Forum ini menjadi wadah koordinasi antar-negara ASEAN untuk menjaga keamanan dan keselamatan maritim kawasan.
“Kami ingin menyatukan coast guard di ASEAN supaya lebih kompak dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut, karena laut ini tidak bisa dijaga sendiri oleh satu negara,” pungkas Laksdya Irvansyah.
Dengan kombinasi infrastruktur modern, pendekatan inklusif kepada masyarakat, serta sinergi domestik dan internasional yang kuat, Bakamla semakin siap menjaga kedaulatan dan keselamatan laut Indonesia di masa depan.












