Intuisi.net- Les Bleus kembali membuktikan diri sebagai favorit utama juara Piala Dunia 2026.
Di babak 32 besar yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada 30 Juni 2026, Prancis tampil dominan dan tanpa ampun mengirim Swedia pulang lebih awal dengan skor telak 3-0.
Kylian Mbappé menjadi bintang utama dengan dua golnya, sekaligus memecahkan rekor gol di fase gugur Piala Dunia.
Dominasi Total Les Bleus
Prancis menguasai pertandingan sejak menit pertama. Serangan cepat, pressing tinggi, dan kreativitas lini tengah membuat Swedia kesulitan keluar dari tekanan.
Gol pertama Mbappé lahir menjelang turun minum (menit 45) lewat aksi individu brilian. Kapten Prancis itu menusuk pertahanan Swedia sebelum melepaskan tembakan akurat.
Memasuki babak kedua, Prancis tak mengendur. Bradley Barcola mencetak gol kedua pada menit 53, memanfaatkan assist apik dari Michael Olise.
Olise sendiri tampil gemilang dengan dua assist di laga ini, memperkuat dominasi lini tengah Prancis.
Mbappé kemudian menutup pesta gol di menit 74. Menerima umpan matang Olise, penyerang Real Madrid itu dengan tenang menaklukkan kiper Swedia.
Gol ini sekaligus membuatnya menyamai Lionel Messi di puncak daftar pencetak gol turnamen (6 gol) dan memecahkan rekor gol di fase knockout Piala Dunia (kini 10 gol).
Performa Tim dan Fakta Menarik
- Pertahanan Solid: William Saliba dan rekan-rekannya berhasil menetralkan Viktor Gyökeres, senjata utama Swedia. Prancis tampil sangat kompak di belakang.
- Rekor Deschamps: Pelatih Didier Deschamps kini menjadi pelatih dengan kemenangan terbanyak di Piala Dunia, sebuah pencapaian luar biasa menjelang kemungkinan pensiunnya.
- xG dan Statistik: Prancis mendominasi dengan xG 3.24 berbanding 0.7 milik Swedia, bukti nyata superioritas mereka di lapangan.
Apa Arti Kemenangan Ini?
Kemenangan ini bukan hanya langkah maju ke babak 16 besar (akan menghadapi Paraguay), tapi juga pernyataan keras bahwa Prancis adalah tim terbaik di turnamen ini.
Dengan skuad penuh bintang seperti Mbappé, Olise, Barcola, Dembélé, dan Saliba, Les Bleus tampak sulit dihentikan. Gary Neville bahkan menyebut mereka “level di atas tim lain”.
Swedia, meski berjuang keras, tak mampu menembus pertahanan rapat Prancis. Mereka kini harus pulang dengan kepala tegak, tapi realita menunjukkan jurang kualitas yang cukup lebar malam itu.
Prancis sedang dalam misi mempertahankan gelar juara dunia mereka.
Dengan performa seperti ini, mimpi trebel atau gelar ketiga bisa semakin nyata. Pantau terus perjalanan mereka di Intuisi.net- sumber berita olahraga paling update dan mendalam!












