Jakarta, intuisi.net- Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan tersebut digelar bersamaan dengan pengangkatan Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).
Suyudi Ario Seto menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang kemudian dilantik sebagai Kepala Staf Presiden.
Pengangkatan keduanya dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96 dan 97/Polri Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Sebelum dilantik, Suyudi telah disetujui secara aklamasi oleh Komisi III DPR RI melalui uji kelayakan dan kepatutan, kemudian disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani.
Dalam upacara pelantikan, Presiden Prabowo memandu sumpah jabatan, melepas tanda pangkat Komisaris Jenderal dan menyematkan tanda pangkat Jenderal Polisi, serta memberikan ucapan selamat kepada pimpinan baru Polri.
Dengan pelantikan ini, Suyudi resmi menjadi Kapolri ke-26 dan memimpin Korps Bhayangkara didampingi Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat.
Sosok Spesialis Reserse yang Berpengalaman di Lapangan hingga BNN
Jenderal Pol Suyudi Ario Seto lahir di Pandeglang, Banten (sebagian sumber menyebut Jakarta), pada 14 Juli 1973.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan dikenal sebagai perwira spesialis di bidang reserse dan penegakan hukum.
Kariernya dimulai sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Ia kemudian meniti berbagai jabatan operasional di wilayah hukum Polda Metro Jaya, antara lain Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, dan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Pada 2011, Suyudi menjabat Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Perjalanan kariernya berlanjut sebagai Kapolres Majalengka (2014), Kapolres Bogor (2015), Kapolresta Bogor Kota (2016), dan Kapolres Metro Jakarta Pusat (2017).
Ia juga sempat menjadi Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2019).
Di tingkat Mabes Polri, Suyudi pernah menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber) Bareskrim Polri pada 2020, serta Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II.
Pengalamannya di bidang reserse membawanya terlibat dalam sejumlah kasus yang menyita perhatian publik, termasuk pengungkapan misteri penyiraman air keras terhadap penyidik KPK dan kasus perampokan-pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur.
Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya dan menyandang pangkat Brigadir Jenderal.
Setahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal (Juni 2024-Agustus 2025).
Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan pangkat Komisaris Jenderal, menggantikan Marthinus Hukom.
Selama memimpin BNN, Suyudi mencatat sejumlah keberhasilan dalam pemberantasan narkotika, termasuk pengungkapan kasus besar penyelundupan sekitar dua ton sabu jaringan internasional yang dikendalikan Dewi Astutik alias PA pada Desember 2025, dengan nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp5 triliun.
Pendidikan dan Kehidupan Pribadi
Selain Akpol 1994, Suyudi menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) 2018.
Ia juga meraih gelar Magister Sains dari Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia (2010) dan mendapat gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada Januari 2026.
Suyudi menikah dengan Dewi Yuali (akrab dipanggil Uwi) dan dikaruniai dua anak. Ia aktif berinteraksi melalui akun Instagram resmi @suyudiarioseto.official.
Visi “Polri Bersama Masyarakat”
Dalam uji kelayakan di Komisi III DPR, Suyudi mengusung visi “Polri Bersama Masyarakat”.
Usai dilantik, ia menegaskan akan melakukan konsolidasi internal, melanjutkan program pimpinan sebelumnya yang masih relevan, serta fokus pada pemberantasan narkotika, penyelundupan, judi online, dan berbagai keresahan masyarakat sesuai arahan Presiden Prabowo.
Dengan bekal pengalaman panjang di bidang reserse, kepemimpinan wilayah, hingga pemberantasan narkotika di BNN, Jenderal Pol Suyudi Ario Seto kini memikul tanggung jawab memimpin Polri di era pemerintahan Prabowo Subianto.












