Batam, intuisi.net- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau dan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau sepakat memperkuat kolaborasi dalam edukasi literasi keuangan keluarga.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga secara menyeluruh.
Pertemuan digelar di Kantor OJK Kepri, Kamis (3/9). Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, menyambut baik kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Kepri beserta jajarannya.
Ia menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang tangguh.
“Banyak persoalan perceraian yang salah satu faktornya berkaitan dengan ekonomi. Karena itu, kita harus berkolaborasi dengan BKKBN Kepri dalam penguatan keluarga, termasuk melalui literasi keuangan,” ujar Sinar.
Menurutnya, kemampuan mengatur pendapatan, pengeluaran, tabungan, dana darurat, hingga memahami kemampuan membayar sebelum berutang merupakan bekal penting bagi setiap keluarga.
OJK Kepri memiliki berbagai materi edukasi yang siap dimanfaatkan, mulai dari pencatatan keuangan sederhana, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga pengelolaan pinjaman yang bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, Victor Palimbong, menilai literasi keuangan sangat relevan dengan program kependudukan dan pembangunan keluarga.
Ia melihat penguatan kemampuan finansial keluarga juga mendukung upaya mewujudkan bonus demografi yang berkualitas.
“Kalau keluarga itu, pasti sangat dekat dengan Kemendukbangga/BKKBN. Mungkin nantinya kita bisa berkolaborasi dengan Bapak. Kalau kita punya waktu dan wadah untuk menyampaikan hal-hal tentang kependudukan yang bersinggungan dengan ini,” kata Victor.
Salah satu ide yang digulirkan adalah memanfaatkan jaringan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebagai ujung tombak edukasi di lapangan.
Victor mengusulkan agar OJK menyediakan buku saku atau materi praktis yang mudah dipahami, sehingga para penyuluh dapat menyampaikannya langsung kepada keluarga yang mereka dampingi.
Tidak hanya soal literasi, kedua lembaga juga membahas peluang memperluas akses pembiayaan bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
OJK Kepri membuka ruang untuk melibatkan perbankan dalam kegiatan bersama, sehingga pelaku usaha mikro mendapatkan informasi tentang skema pembiayaan sekaligus edukasi terkait kewajiban dan kemampuan membayar.
Sinar menekankan pentingnya pencatatan keuangan sederhana bagi pelaku usaha mikro.
Dengan adanya catatan pemasukan dan pengeluaran yang rapi, lembaga keuangan lebih mudah menilai kelayakan dan menentukan besaran pembiayaan yang sesuai.
Lebih jauh, kedua pihak juga merencanakan penyusunan kurikulum literasi keuangan keluarga melalui mekanisme Training of Trainers (TOT).
Materi yang disusun secara sistematis diharapkan dapat ditransfer dari OJK Kepri kepada jajaran BKKBN hingga ke tingkat PKB, sehingga edukasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan masif.
“Kita buat kurikulumnya. Itu bisa ditentukan MOT dan TOT-nya. Dengan begitu sistemnya bisa dilakukan secara masif,” kata Sinar.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara OJK Kepri dan BKKBN Kepri.
Dengan memadukan kapasitas OJK di bidang edukasi dan layanan keuangan dengan jaringan BKKBN yang bersentuhan langsung dengan keluarga, literasi keuangan diharapkan menjadi bagian integral dari upaya memperkuat ketahanan keluarga di Kepulauan Riau.
Melalui kolaborasi ini, masyarakat diharapkan semakin cakap mengelola keuangan, produktif, serta mampu memanfaatkan akses pembiayaan secara sehat dan bertanggung jawab.












