Batam, intuisi.net- Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam pada 2026 terus memperkuat kapasitas dan infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa.
Langkah strategis ini meliputi pembangunan sel landfill baru Zona C serta pembangunan jalan beton di lingkungan TPA dan akses menuju zona tersebut.
TPA Telaga Punggur setiap harinya menerima sekitar 1.200-1.300 ton sampah, didominasi sampah rumah tangga seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas kota.
Volume ini sempat menekan kapasitas zona-zona lama yang dibangun sekitar 2018 dan telah melebihi umur rencana.
Sebelumnya, sistem open dumping (pembuangan terbuka) menjadi tantangan, memicu antrean truk, keterbatasan alat berat, hingga isu lingkungan yang sempat mendapat perhatian Kementerian Lingkungan Hidup.
Sel Landfill Zona C: Beralih ke Sanitary Landfill
Pembangunan sel landfill baru Zona C dirancang untuk menambah ruang dan kapasitas pemrosesan sampah.
Zona ini akan mengadopsi sistem lahan urug (sanitary landfill) yang lebih teratur dan ramah lingkungan, sesuai regulasi Kementerian Lingkungan Hidup.
Metode ini menggantikan praktik open dumping dengan penimbunan terkontrol, penutupan berkala, serta pengelolaan yang lebih baik terhadap dampak lingkungan.
Proyek ini diproyeksikan mampu memperpanjang umur layanan TPA ke depan, memberikan ruang napas bagi pengelolaan sampah Batam yang terus meningkat.
Selain itu, Pemko Batam sebelumnya juga telah melakukan berbagai perbaikan operasional, termasuk penambahan alat berat, operasional 24 jam dengan sistem shift, serta perbaikan akses di beberapa titik.
Jalan Beton: Mobilitas Lancar, Khususnya Saat Hujan
Selain zona baru, DLH Kota Batam juga membangun jalan beton di lingkungan TPA dan menuju sel landfill Zona C.
Akses masuk dan keluar yang saat ini satu jalur akan ditingkatkan menjadi dua jalur, di mana masing-masing jalur terdiri dari dua lajur.
Konstruksi beton yang kokoh diharapkan memastikan mobilitas truk dan armada pengangkut sampah berjalan lancar tanpa terkendala, terutama di musim hujan yang sering memperburuk kondisi jalan.
Anggaran untuk paket “Pembangunan Jalan, Landfill TPA” mencapai sekitar Rp 45,45 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Proyek ini tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP Kota Batam dan direncanakan melalui proses tender.
Meningkatkan Kinerja Pengelolaan Sampah
Kombinasi pembangunan sel landfill Zona C dan peningkatan infrastruktur jalan diharapkan secara signifikan meningkatkan kinerja pemrosesan sampah di TPA Telaga Punggur.
Langkah ini sejalan dengan upaya Pemko Batam yang dipimpin Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra untuk menata sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, termasuk perbaikan TPS dan pencarian lahan untuk fasilitas pendukung.
Dengan infrastruktur yang lebih memadai dan metode yang lebih modern, TPA Telaga Punggur diharapkan tidak hanya mampu menampung volume sampah yang terus bertambah, tetapi juga beroperasi lebih efisien, aman, dan sesuai standar lingkungan.
Ini menjadi bagian penting dari komitmen Batam menuju pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tengah pertumbuhan kota yang pesat.












