Batam, intuisi.net- Malam itu di Dataran Engku Putri di Batamcentre tak hanya dipenuhi sorak-sorai dan gemerlap lampu.
Di tengah ribuan warga yang memenuhi Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, panggung Semarak Kemerdekaan berubah menjadi ruang yang lebih dalam: ruang kepedulian.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra turun menyapa warga.
Di hadapan kerumunan, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, Paskibraka, marching band, dan seluruh pihak yang menjadikan peringatan kemerdekaan ini meriah. Namun, ia langsung mengingatkan satu hal penting.
“Kemerdekaan tidak cukup dirayakan melalui seremoni. Ada nilai kebersamaan dan kemanusiaan yang semestinya terus dihidupkan,” tegas Amsakar. “Karena itu, kami memanfaatkan momentum ini untuk menggalang bantuan bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana.”
Ajakan itu langsung mendapat respons. Dalam penggalangan tahap pertama, terkumpul Rp2,3 miliar. Rinciannya:
- PT PLN Batam Rp1 miliar
- PT Wasco Engineering Indonesia Rp900 juta
- Gabungan Pengusaha Batam Rp300 juta
- BAZNAS Kota Batam Rp100 juta
Bantuan tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat NTT yang berada di Batam.
“Gebrakan pertama kita untuk peduli NTT sudah terkumpul Rp2,3 miliar. Ini adalah bentuk keberpihakan dan cinta kita terhadap sesama anak bangsa,” kata Amsakar.
Kepedulian seperti ini bukan hal baru bagi Batam. Sebelumnya, warga dan elemen Kota Batam telah mengumpulkan Rp7,5 miliar untuk saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Medan.
Semangat yang sama, menurut Amsakar, diharapkan kembali tumbuh untuk NTT.
Masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi diundang menyalurkan bantuan melalui kanal digital QRIS yang disiapkan panitia. Penggalangan akan terus berlanjut sebagai wujud gotong royong.
“Mari menjadi warga yang tidak hanya peduli pada pembangunan daerah, tetapi juga peka terhadap nasib saudara kita sebangsa dan setanah air,” ujar Amsakar.
Malam itu semakin meriah dengan kehadiran Charly Setia Band. Artis ibukota itu membawakan sejumlah lagu hitsnya, di antaranya Jangan Pernah Berubah, Putri Iklan, Aku Terjauh, Kehilangan, Saat Terakhir, Asamara, dan beberapa nomor lainnya.
Suara Charly bercampur dengan sorak warga, menciptakan suasana yang hangat dan penuh energi.
Di tengah keramaian dan gemerlap panggung, pesan sederhana tetap terasa kuat: kemerdekaan juga berarti hadir untuk sesama.
Dari Dataran Engku Putri, Batam tidak hanya merayakan hari lahir bangsa, tetapi sekaligus mengulurkan tangan kepada saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur.












