Batam, intuisi.net- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menghadirkan terobosan digital melalui aplikasi Sitebus Murah untuk memastikan penyaluran paket sembako bersubsidi tahun 2026 benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Inovasi ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Batam dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi.
Pelaksana Harian Kepala Disperindag Kota Batam, Suhar, menjelaskan bahwa seluruh penerima manfaat telah terdaftar secara digital melalui aplikasi Sitebus Murah.
Aplikasi ini dapat diakses langsung melalui ponsel pintar atau dibantu petugas di tingkat kelurahan.
“Seluruh penerima manfaat yang hadir telah terdaftar melalui aplikasi Sitebus Murah. Pendataan dilakukan berdasarkan usulan RT/RW, kemudian divalidasi dan disahkan melalui musyawarah kelurahan. Dengan demikian, penyaluran menjadi jauh lebih tepat sasaran dan transparan,” ujar Suhar.
25.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Rentan
Program Pasar Murah Bersubsidi 2026 menyediakan 25.000 paket sembako yang akan disalurkan secara bertahap pada 6–14 Juli 2026 di 41 titik yang tersebar di 43 kelurahan dan meliputi sembilan kecamatan: Batam Kota, Batu Ampar, Sagulung, Sekupang, Batu Aji, Nongsa, Bengkong, Sei Beduk, dan Lubuk Baja.
Setiap paket sembako bernilai pasar sekitar Rp200.000, namun masyarakat hanya perlu membayar Rp100.000 dengan membawa KTP asli. Satu paket berisi:
- Beras 10 kg
- Gula pasir 1 kg
- Tepung terigu 2 kg
“Program ini kami utamakan bagi masyarakat kurang mampu yang paling rentan terhadap dampak kenaikan harga kebutuhan pokok. Kami ingin meringankan beban mereka sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tambah Suhar.
Digitalisasi + Kemudahan Akses
Dengan Sitebus Murah, proses verifikasi menjadi cepat dan akurat. Masyarakat tidak perlu lagi khawatir paket sembako jatuh ke tangan yang tidak berhak.
Selain itu, lokasi pengambilan yang didesentralisasi di setiap kelurahan membuat proses distribusi lebih lancar, antrean lebih pendek, dan pelayanan lebih ramah.
Program ini didukung anggaran APBD Tahun 2026 sebesar Rp2,5 miliar. Langkah ini sekaligus menjadi salah satu upaya Pemkot Batam merespons inflasi daerah yang tercatat sebesar 4,75 persen (year-on-year) pada Juni 2026.
Suhar menegaskan bahwa digitalisasi penyaluran bantuan pangan ini merupakan langkah maju menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.












