Jerman Menggila di Pembuka Piala Dunia 2026

Mengulang Sejarah 7-1, Die Mannschaft Lumat Curaçao!

Jerman tampil dominan dan mengamankan kemenangan telak untuk memantapkan posisi di puncak Grup E.

intuisi.net-  Api semangat Piala Dunia FIFA 2026 langsung menyala terang di Grup E. Juara dunia empat kali Jerman menghancurkan debutan Curaçao dengan skor telak 7-1 di Houston Stadium.

Kemenangan gemilang ini bukan hanya membawa tiga poin, tapi juga membangkitkan kenangan manis sekaligus trauma bagi lawan-lawan lama: 7-1, skor ikonik yang pernah Jerman ukir atas Brasil di semifinal 2014.

Pesta Gol yang Dimulai Sejak Menit Awal

Jerman langsung tancap gas. Felix Nmecha mencetak gol tercepat di turnamen ini hanya pada menit ke-6.

Nico Schlotterbeck menambah keunggulan di menit 38, sebelum Kai Havertz menggandakan lewat penalti di injury time babak pertama (45+5′).

Babak kedua menjadi ajang pesta total. Jamal Musiala (47′), Nathaniel Brown (68′), Deniz Undav (78′), dan Havertz lagi di menit 88′ dengan chip indah menutup malam yang sempurna bagi Die Mannschaft.

Satu-satunya gol hiburan Curaçao dicetak Livano Comenencia di menit 21′ sekaligus gol pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia.

Daftar Gol Jerman:

  • Felix Nmecha (6′)
  • Nico Schlotterbeck (38′)
  • Kai Havertz (45+5′ penalti, 88′)
  • Jamal Musiala (47′)
  • Nathaniel Brown (68′)
  • Deniz Undav (78′)

Rekor dan Makna Historis

Kemenangan ini menandai:

  • Kemenangan pembuka terbesar Jerman di Piala Dunia sejak 2014.
  • Kali keempat Jerman mencetak 7+ gol dalam satu laga Piala Dunia (setelah 8-0 vs Arab Saudi 2002, 7-2 vs Turki 1954, dan 7-1 vs Brasil 2014).
  • Boost kepercayaan diri luar biasa bagi tim Julian Nagelsmann, yang gagal lolos dari fase grup di dua edisi sebelumnya.

Pelatih Julian Nagelsmann menyebut laga ini sebagai “yang dibutuhkan” timnya. Permainan dominan, pressing tinggi, dan efisiensi penyelesaian akhir menjadi modal penting menuju babak gugur.

Reaksi Dunia dan Warna Lokal

Media sosial langsung ramai. Banyak yang bercanda soal “trauma 7-1” yang kembali menghantui, meski kali ini lawannya adalah tim Karibia yang baru pertama kali tampil di panggung terbesar.

Curaçao patut diapresiasi, mereka bertarung dengan gagah dan mencetak sejarah sendiri lewat gol Comenencia.

Bagi Jerman, ini sinyal kuat bahwa skuad yang dipimpin pemain-pemain muda berbakat seperti Musiala, Havertz, dan Wirtz siap bersaing merebut gelar kelima.

Pertandingan selanjutnya melawan Ekuador dan Pantai Gading akan menjadi ujian sesungguhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *