Batam, intuisi.net- Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, menyampaikan usulan strategis pengembangan ekonomi maritim Kabupaten Karimun dalam Lokakarya Akademik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri yang membahas perbedaan dan potensi ekonomi daerah, khususnya di Karimun.
Wahyu Wahyudin menekankan posisi strategis Kabupaten Karimun yang terletak di jalur pelayaran internasional Selat Malaka serta berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.
Ia juga menyoroti potensi sumber daya manusia kelautan masyarakat setempat yang telah memiliki lebih dari 200 kapal nelayan berukuran di atas 30 GT.
“Karimun memiliki keunggulan geografis yang luar biasa. Melalui lokakarya akademik PKS Kepri ini, kita ingin mendorong investasi maritim yang benar-benar berdampak cepat dan langsung dirasakan oleh masyarakat pesisir,” ujar Wahyu Wahyudin.
Berdasarkan perhitungannya, potensi produksi ikan dari 200 kapal besar mencapai sekitar 40.000 ton per tahun (50 ton/trip × 4 trip/tahun), ditambah sekitar 10.000 ton dari ribuan nelayan kecil (kapal 2–29 GT).
Angka ini menjadi landasan kuat bagi pengembangan ekonomi biru di Karimun.
Tiga Investasi Cepat yang Diusulkan Wahyu Wahyudin:
- Sentra Perikanan Terpadu + Cold Storage dan Pelabuhan Pelelangan Ikan Modern Meliputi cold storage, pabrik es, TPI modern, dan unit pengolahan hasil laut. Dampak cepat (1–2 tahun): Menstabilkan harga ikan nelayan, mengurangi kerugian pasca panen, serta membuka lapangan kerja di sektor pengolahan dan distribusi.
- Budidaya Laut (Mariculture) Komoditas unggulan: kerapu, kakap, lobster, dan rumput laut. Dampak cepat (6–18 bulan): Modal terjangkau, cepat menyerap tenaga kerja pesisir, dan berpotensi ekspor tinggi ke Singapura.
- Wisata Bahari Berbasis Masyarakat Mengembangkan pulau-pulau kecil, pantai, wisata memancing, dan marina skala kecil. Dampak cepat (1–2 tahun): Meningkatkan pendapatan UMKM kuliner, homestay, dan jasa transportasi laut masyarakat pesisir.
Wahyu menjelaskan bahwa ketiga sektor ini dipilih karena tidak memerlukan investasi raksasa seperti pelabuhan peti kemas, namun langsung melibatkan nelayan, UMKM, dan masyarakat pesisir.
“Kombinasi industri perikanan modern, budidaya laut, serta logistik hasil laut ekspor akan menciptakan multiplier effect yang kuat bagi perekonomian Karimun.
Ini selaras dengan semangat lokakarya akademik PKS Kepri yang ingin mencari solusi konkret berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat,” tambahnya.
Ia optimis usulan ini dapat menjadi rekomendasi konkret bagi Pemerintah Provinsi Kepri dan para investor. Wahyu juga menyatakan kesiapannya mendorong implementasi usulan melalui fungsi legislasi dan pengawasan di DPRD Kepri.
“Dengan memanfaatkan potensi maritim secara optimal, kita bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan dan mengurangi kesenjangan ekonomi di pulau-pulau terluar,” pungkas Wahyu Wahyudin.
Lokakarya Akademik PKS Kepri ini menjadi wadah penting bagi para akademisi, praktisi, dan politisi untuk merumuskan strategi pembangunan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.












