Batam, intuisi.net- Dalam rangka memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 Tahun 2026, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) secara maraton selama 23 hari, mulai April hingga 22 Mei 2026.
Kegiatan ini digelar di seluruh Balai Penyuluhan KB dan fasilitas kesehatan lainnya sebagai wujud nyata dukungan terhadap peran bidan dalam pembangunan keluarga berkualitas.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan akses dan cakupan pelayanan KB, tetapi juga mendukung program prioritas nasional: percepatan penurunan stunting, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), serta Angka Kematian Bayi (AKB).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau, dr. Victor Palimbong, M.KM, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mencapai target ambisius sebanyak 4.587 akseptor yang terdiri dari Peserta KB Baru (PB) dan KB Pasca Persalinan (KBPP).
“Melalui momentum HUT IBI ke-75 ini, kami ingin memperkuat kolaborasi dengan para bidan untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera dan berkualitas di Kepulauan Riau,” ujar dr. Victor.
Dorong Peningkatan mCPR dan Penurunan TFR
dr. Victor menekankan pentingnya peningkatan Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) di wilayah Kepri.
Saat ini, capaian mCPR Provinsi Kepri berada di angka 76,1%, sementara Kota Batam masih di 72,0%. Ia berharap kesenjangan ini dapat segera diatasi melalui peran aktif para bidan.
“Para bidan adalah garda terdepan. Dukungan dan partisipasi aktif IBI sangat kami harapkan untuk meningkatkan capaian mCPR, khususnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP),” tegasnya saat meninjau pelayanan KB di Balai Penyuluhan Kecamatan Sagulung, Selasa (19/5).
Sementara itu, Total Fertility Rate (TFR) nasional saat ini berada di angka 2,11 (target 2,10), sedangkan Kepri masih di 2,13. Melalui momentum HUT IBI, BKKBN berharap TFR Kepri dapat turun dan setidaknya menyamai capaian nasional.
Capaian yang Menggembirakan
Hingga saat ini, capaian pelayanan KB di Kepri telah mencapai 93,3% dari target. Rinciannya sebagai berikut:
- Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP): 76,16%
- Non-MKJP: 112,93%
- KB Pasca Persalinan (KBPP): 71,76%
- Non-KBPP: 453,46%
Pada kesempatan tersebut, dr. Victor menyampaikan pesan khusus kepada mitra IBI, “Saya titip pelayanan KB secara purna ya Bu. Bantu kami mendukung capaian penggunaan kontrasepsi jangka panjang serta menurunkan rata-rata angka kelahiran di Kepri.”
Kegiatan ini diharapkan dapat semakin mempererat sinergi antara BKKBN, IBI, dan seluruh stakeholder kesehatan dalam mewujudkan Keluarga Indonesia yang berkualitas.












