Batam, intuisi.net – Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra memimpin langsung pencanangan Gerakan Masyarakat Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Gema Batam ASRI) 2026.
Acara puncak digelar di kawasan Simpang K-Square, Batamcentre, Rabu (11/2/2026), dan dilaksanakan secara serentak di 12 kecamatan se-Kota Batam dengan melibatkan total 5.600 peserta.
Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh pegawai Pemerintah Kota Batam, serta berbagai elemen masyarakat.
Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo Subianto
Gema Batam ASRI merupakan implementasi langsung dari Gerakan Indonesia ASRI yang diinstruksikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Gerakan nasional ini menekankan pentingnya lingkungan kota yang bersih, tertata, dan bebas dari sampah, baliho semrawut, serta kabel listrik yang mengganggu estetika.
Dalam arahannya, Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan langkah konkret dan berkelanjutan untuk menjadikan Batam sebagai kota yang benar-benar aman, sehat, resik, dan indah.
“Substansi gerakan ini adalah bagaimana kita bergerak bersama menjadikan Batam aman, sehat, resik, dan indah. Presiden menegaskan tidak ingin lagi melihat kota-kota yang kotor, penuh sampah, baliho semrawut, hingga kabel listrik yang mengganggu estetika,” ujar Amsakar.
Sasaran dan Kegiatan Konkret Gema Batam ASRI
Kegiatan difokuskan pada pembersihan lingkungan secara menyeluruh, meliputi:
- Kantor pemerintahan, sekolah, rumah toko (ruko), hotel, dan fasilitas publik hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.
- Normalisasi drainase primer dan sekunder untuk mengantisipasi banjir.
- Pembersihan area waduk guna menjaga ketersediaan air bersih.
Usai apel, Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama Forkopimda meninjau beberapa titik prioritas, antara lain:
- Saluran drainase Pandan Wangi, di mana Amsakar secara langsung mengoperasikan alat berat untuk mengeruk sedimen dan memperlancar aliran air.
- Dapur 12, Sagulung, untuk membersihkan tumpukan sampah di sepanjang tepi jalan protokol.
- Dataran Engku Hamidah, tempat penutupan peninjauan dengan aksi bersih-bersih massal.
Di lokasi terakhir, Amsakar menginstruksikan pembuatan jadwal rutin gotong royong agar kebersihan dapat terjaga secara berkelanjutan.
“Jadikan kebersihan sebagai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Jika budaya bersih tertanam kuat pada setiap warga, Batam akan menjadi kota yang semakin baik,” tegasnya.
Kebersihan Kota Dorong Lonjakan Pariwisata Batam
Wali Kota Amsakar mengaitkan keberhasilan penataan kota dengan pertumbuhan sektor pariwisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren positif kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam:
- Tahun 2024: 1.326.831 orang.
- Tahun 2025: 1.613.202 orang (meningkat signifikan dan melampaui target sebelumnya).
“Dengan Batam yang semakin ASRI, kita targetkan pada 2026 bisa mencapai 1,7 hingga 1,8 juta wisman,” ungkap Amsakar penuh optimisme.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga memperkuat daya tarik Batam sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan regional.
Pemerintah Kota Batam mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung dan mengimplementasikan budaya bersih secara konsisten demi masa depan kota yang lebih baik.
Baca Juga:
- Gema Batam ASRI 2026, Amsakar-Li Claudia Pimpin Aksi Gotong Royong Massal dan Diikuti 5.600 Orang – Sumber resmi Media Center Pemko Batam.
- Gerakan Indonesia ASRI: Amsakar Mulai dari Ocarina – Aksi gotong royong awal di Pantai Ocarina sebagai langkah perdana implementasi gerakan nasional di Batam.












