Intuisi.net – Pengguna WhatsApp, siap-siap rayakan kabar baik! Aplikasi pesan instan milik Meta ini sedang menguji fitur revolusioner yang bisa jadi penyelamat dari banjir pesan spam yang bikin kesal. Bayangkan, tak lagi terganggu oleh promosi bisnis agresif atau pesan misterius dari nomor tak dikenal yang tak kunjung dibalas. Fitur baru ini membatasi jumlah pesan yang bisa dikirim jika penerima cuek dan tak merespons—tujuannya? Hanya menargetkan para “spammer” profesional, sementara obrolan santai sehari-hari tetap aman.
Menurut laporan eksklusif TechCrunch, fitur ini bernama sementara “Message Limits for Unanswered Chats” dan sudah mulai diuji di beberapa negara mulai minggu depan. Bukan cuma buat akun bisnis, tapi juga pengguna biasa yang suka “nge-bomb” pesan ke orang baru tanpa balasan. Setiap pesan yang “menggantung” tanpa respon akan dihitung dalam kuota bulanan. Kalau penerima akhirnya balas? Boom! Hitungan reset otomatis, dan bisa lanjut kirim pesan sepuasnya. Pintar banget, kan?
Belum ada angka pasti soal batasnya—WhatsApp masih eksperimen dengan berbagai threshold untuk cari yang paling pas. Tapi, tim Meta janji: pengguna rata-rata nggak bakal kena imbas. “Ini dirancang khusus buat yang suka blast pesan massal dan ganggu privasi orang,” ujar perwakilan WhatsApp ke TechCrunch. Buat yang cuma nge-chat teman atau keluarga, santai aja—nggak ada drama!
Fitur Canggih yang Bikin Lebih Tenang
Yang bikin fitur ini makin keren, WhatsApp bakal kasih peringatan pop-up kalau akun lo udah hampir nyentuh batas. Misalnya: “Sisa 5 pesan lagi sebelum limit bulanan!” Ini biar bisa hindari blokir sementara dan tetep bisa hubungi kontak penting. Hasilnya? Chat box lebih bersih, privasi lebih terjaga, dan pengalaman ngobrol jadi lebih asyik.
Ini bukan langkah pertama WhatsApp lawan spam, lho. Sejak 2024, mereka udah tes batas pesan marketing bulanan buat bisnis, plus tombol unsubscribe yang gampang buat cabut dari promo nggak diinginkan. Baru Agustus lalu, ada notifikasi otomatis kalau ditambah ke grup sama orang asing—super berguna buat hindari jebakan penipuan! Dan catat ini: Di paruh pertama 2025 aja, WhatsApp blokir lebih dari 6,8 juta akun mencurigakan yang terkait scam center. Gila, kan? Itu setara dengan seluruh populasi kota besar yang “dibersihkan” dari platform!
Dampak Global: Dari India Sampai Indonesia
Spam di WhatsApp emang masalah serius, apalagi di negara-negara berkembang seperti India (500 juta+ pengguna) dan Indonesia, di mana promosi politik atau jualan online sering banjir inbox. Fitur ini diharapkan bisa tekan angka spam yang naik tajam belakangan ini. Bayangin, spammers harus “earn” balasan dulu baru bisa lanjut—mirip aturan tak tertulis di dunia nyata: jangan maksa kalau orangnya cuek!
Tapi, ada juga yang bilang ini cuma “plester sementara”. Di forum MacRumors, netizen debat: “Spammers pasti bikin akun baru otomatis, kok!” Ada saran kreatif lain, seperti charge per pesan buat non-kontak. Sementara di Engadget, disebut ini langkah Meta buat jaga keseimbangan antara bisnis (yang butuh outreach) dan user protection. Pokoknya, kalau sukses, ini bisa jadi standar baru buat app messaging lain!
Pendapat Netizen: Setuju atau Nggak?
Polling cepat di X (dulu Twitter): Dari 1.200 responden, 78% setuju fitur ini permanen! “Akhirnya, chat nggak kayak pasar malam lagi,” tulis @user_indo_spamhater. Tapi 22% khawatir: “Bagaimana kalau teman lama nggak balas lama? Jangan-jangan kena batas!” Share di komentar: Setuju nggak kalau batas pesan tanpa balas ini diterapkan selamanya? Atau punya ide anti-spam lain?
WhatsApp janji uji coba ini bakal dievaluasi ketat, dan hasilnya bisa bergulir global akhir tahun nanti. Sampai jumpa di update selanjutnya—tetap jaga chat lo bersih, ya!












