Ombudsman: Bersihkan Pungli di Batam

Titik Balik Bersih-Bersih Birokrasi Pintu Gerbang Indonesia

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Dr Lagat Siadari

Batam, intuisi.net – Dugaan pungutan liar dan intimidasi terhadap wisatawan mancanegara di Pelabuhan Batam Center yang viral belakangan ini menjadi tamparan keras bagi citra pelayanan publik Indonesia di mata dunia.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Lagat Siadari, menyatakan bahwa insiden ini bukan sekadar kasus oknum biasa, melainkan sinyal bahaya yang menunjukkan masih adanya celah pengawasan di pintu masuk utama Indonesia.

“Pelabuhan internasional adalah wajah pertama Indonesia. Jika wajah ini kusam karena perilaku tidak terpuji, maka seluruh citra bangsa ikut tercoreng. Kasus ini harus dijadikan momentum untuk membersihkan sisa-sisa praktik lama yang merusak,” tegas Lagat Siadari.

Ombudsman Kepri telah bergerak cepat melakukan koordinasi intensif dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

Pihak Imigrasi sendiri telah mengakui adanya dugaan praktik tersebut dan saat ini sedang menjalankan investigasi internal oleh Inspektorat Kementerian Hukum dan HAM.

Menurut Lagat, pengawasan yang longgar selalu menjadi pintu masuk penyimpangan. Oleh karena itu, ia mendorong agar penanganan kasus ini tidak setengah-setengah.

“Kami mendukung pemberian sanksi tegas yang memberikan efek jera. Namun, di saat yang sama, sistem reward juga harus diperkuat.

Pegawai yang bersih, profesional, dan berintegritas tinggi harus mendapatkan penghargaan yang pantas agar menjadi teladan,” ujarnya.

Lagat juga mengakui bahwa dalam lima tahun terakhir, pelayanan imigrasi di Batam telah menunjukkan banyak kemajuan yang patut diapresiasi.

Transformasi tersebut menunjukkan adanya kemauan kuat dari internal Imigrasi untuk berubah menjadi lebih baik.

“Kasus ini jangan dilihat sebagai kegagalan semata, melainkan sebagai kesempatan emas untuk menyisir habis praktik-praktik yang sudah tidak sesuai zaman.

Kami optimis, dengan pengawasan yang lebih ketat dan komitmen bersama, Batam bisa menjadi contoh pelabuhan internasional yang bersih dan ramah wisatawan,” tambahnya.

Ombudsman Kepri berkomitmen akan terus memperkuat pengawasan preventif di seluruh pelabuhan perlintasan internasional di wilayah Kepri.

Lagat juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya wisatawan dan pengguna jasa pelabuhan, untuk tidak ragu melaporkan setiap bentuk penyimpangan.

“Jangan diam ketika melihat ketidakbenaran. Suara Anda adalah kekuatan terbesar untuk mendorong perubahan.

Semakin banyak yang berani bersuara, semakin kecil ruang bagi oknum nakal untuk bermain,” pungkas Lagat Siadari.

Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau terus mengawal proses ini hingga tuntas dan transparan, demi terwujudnya pelayanan publik yang bersih, profesional, dan berkeadilan.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *