Banda Aceh, intuisi.net – Dalam suasana duka mendalam atas musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra sejak akhir November 2025, Pemerintah Kota Batam kembali menunjukkan kepedulian nyata.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra secara langsung menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp4.814.230.409 kepada korban bencana di Provinsi Aceh.
Bantuan tersebut diterima oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah di Banda Aceh pada Jumat (9/1/2026). Dana ini terdiri dari Rp2,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam serta Rp2.314.230.409 hasil penggalangan donasi masyarakat Batam yang begitu luar biasa.
Penyerahan bantuan ini merupakan tahap kedua dari misi kemanusiaan berkelanjutan Pemerintah Kota Batam. Sehari sebelumnya, pada Kamis (8/1/2026), rombongan yang sama telah menyerahkan bantuan serupa untuk korban di Provinsi Sumatera Utara.
Selanjutnya, pada Minggu (11/1/2026), Batam akan melanjutkan penyaluran ke Provinsi Sumatera Barat, melengkapi rangkaian dukungan bagi tiga provinsi yang paling parah terdampak.
Bencana hidrometeorologi yang telah berlangsung lebih dari 40 hari ini telah menewaskan lebih dari 1.177 jiwa (data BNPB per 5 Januari 2026), dengan ratusan orang masih hilang dan jutaan warga mengungsi. Aceh sendiri mencatat dampak terberat dengan ratusan korban jiwa, ribuan rumah rusak, serta infrastruktur vital yang lumpuh di 18 kabupaten/kota.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. “Atas nama Pemerintah Aceh dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Batam.
Kehadiran langsung Bapak Wali Kota dan rombongan menjadi penyemangat kuat bagi kami yang masih dalam proses pemulihan. Kehadiran bantuan dari luar juga ikut menggerakkan roda ekonomi lokal yang sempat terhenti,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa bencana ini telah berlangsung 43 hari, dengan berbagai upaya penanganan terus digencarkan bersama elemen masyarakat, termasuk perpanjangan status tanggap darurat di sejumlah kabupaten.
Wali Kota Amsakar Achmad menyampaikan duka cita mendalam atas penderitaan yang dialami saudara-saudara di Aceh. “Batam adalah kota multikultural yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banyak warga kami berasal dari daerah-daerah tersebut, sehingga solidaritas ini tumbuh secara alami dan tulus,” katanya.
Amsakar menambahkan bahwa penggalangan donasi dilakukan secara masif melalui berbagai agenda besar di Batam, mencerminkan kepedulian warga yang luar biasa. “Hingga 31 Desember 2025, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp14.074.230.409, dengan Rp7,5 miliar dari APBD dan sisanya dari donasi masyarakat. Ini adalah amanah yang kami sampaikan langsung hari ini,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Amsakar juga mendoakan kekuatan dan ketabahan bagi seluruh korban dalam proses pemulihan, serta kesembuhan bagi Gubernur Aceh yang sedang menjalani perawatan.Aksi ini tidak hanya sekadar penyaluran dana, melainkan wujud nyata persatuan antardaerah di tengah ujian berat pascabencana.
Batam, sebagai kota yang dikenal dengan semangat gotong royong, sekali lagi membuktikan bahwa solidaritas lintas wilayah menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi musibah. Semoga bantuan ini dapat mempercepat pemulihan dan membawa harapan baru bagi masyarakat Aceh yang tengah bangkit dari keterpurukan.
- Amsakar-Li Claudia Salurkan Bantuan Rp4,8 M, Wagub Aceh Titip Salam untuk Warga Batam – Sumber resmi Media Center Pemkot Batam.
- Kenduri Batam: Donasi Rp15M Bencana – Liputan tentang penggalangan donasi melalui acara akhir tahun yang mendukung total bantuan.












