Intuisi.net – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas dengan jajaran menteri perekonomian dan pimpinan instansi terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, hari ini. Rapat ini menyoroti isu-isu krusial di sektor pertanian, energi, dan infrastruktur, dengan arahan tegas untuk percepatan implementasi kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Dalam keterangan resminya usai rapat, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menekankan komitmen pemerintah untuk menangani tantangan struktural di sektor-sektor tersebut. “Presiden menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dan daerah untuk memastikan kebijakan ini tidak hanya direncanakan, tapi juga dieksekusi dengan cepat dan efektif,” ujar Seskab Teddy.
Kebijakan Khusus Pertanian: Dukung Petani Singkong dan TapiokaDi sektor pertanian, pemerintah segera meluncurkan kebijakan terintegrasi untuk mengatasi kendala produksi dan pemasaran ubi kayu, singkong, serta turunannya seperti tapioka. Kebijakan ini melibatkan pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas petani secara langsung.
“Tujuannya adalah meningkatkan daya saing produk lokal sambil menjaga kesejahteraan petani, termasuk melalui akses pasar yang lebih luas dan dukungan teknologi pertanian,” tambah Seskab Teddy. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan dan mengurangi ketergantungan impor bahan pokok.
Transformasi Energi: Impor Etanol dan Listrik Surya untuk PedesaanPembahasan energi difokuskan pada optimalisasi rantai pasok, khususnya mekanisme impor etanol serta produksi tetes tebu (molase) sebagai sumber energi terbarukan. Presiden Prabowo menyoroti urgensi transisi energi hijau untuk menekan biaya dan emisi karbon nasional.
Sebagai highlight utama, Presiden secara langsung memerintahkan PT Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara) untuk mengembangkan prototipe sistem penyediaan listrik pedesaan berbasis tenaga surya. “Prototipe ini akan dibangun di beberapa wilayah prioritas dan ditargetkan operasional dalam 3-5 bulan ke depan.
Inisiatif ini akan membawa listrik bersih ke ribuan desa terpencil, mendukung pendidikan, kesehatan, dan usaha kecil,” jelas Seskab Teddy. Proyek ini sejalan dengan target Indonesia Net Zero Emission 2060.
Infrastruktur Raksasa: Pendanaan Giant Sea Wall Lindungi 50 Juta Warga Pantura
Rapat juga membahas rencana ambisius pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara (Pantura) Jawa, yang berpotensi melindungi sekitar 50 juta penduduk dari ancaman banjir rob dan kenaikan permukaan laut. Diskusi mencakup skema pendanaan inovatif, kemitraan publik-swasta, serta dampak sosial-ekonomi. “Presiden menekankan bahwa proyek ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga ketahanan nasional dan pemerataan pembangunan,” pungkas Seskab Teddy.
Rapat di Hambalang ini menjadi momentum penting bagi Kabinet Merah Putih untuk mempercepat agenda 8 Prioritas Emas Presiden Prabowo, dengan target implementasi yang terukur dan inklusif. Pemerintah berkomitmen melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.












