Pertemuan Historis Trump-Xi di Busan

Kesepakatan Dagang Mineral Kunci dan Rencana Silahturahmi Bilateral

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bersalaman hangat usai pertemuan bilateral di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025.

Intuisi.net – Dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela-sela KTT APEC di Bandara Gimhae, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berhasil mencapai kesepakatan penting yang diharapkan dapat meredakan ketegangan dagang antara kedua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Pertemuan berdurasi sekitar satu jam 40 menit ini, yang merupakan pertemuan tatap muka pertama kedua pemimpin sejak masa jabatan kedua Trump dimulai Januari lalu, disebut oleh Trump sebagai “luar biasa” dan dinilai mencapai titik balik positif.

Inti dari kesepakatan yang diraih adalah penandatanganan perjanjian dagang sementara selama satu tahun yang berfokus pada pasokan logam tanah jarang (rare earths) dan mineral penting lainnya. Tiongkok, sebagai pemasok dominan global untuk bahan-bahan krusial ini yang digunakan dalam industri teknologi, otomotif, dan pertahanan, sepakat untuk menjaga aliran ekspor stabil ke AS tanpa pembatasan baru.

Sebagai imbalannya, AS akan menurunkan tarif impor terhadap barang-barang Tiongkok, meskipun detail persentase penurunan belum diungkapkan secara publik. Trump, dalam pernyataannya usai pertemuan, menyatakan keyakinan bahwa kesepakatan ini bisa diperpanjang tahunan, dengan menyebutnya sebagai langkah awal menuju “keseimbangan perdagangan yang adil”.

“China akan terus mengekspor rare earths, dan kami akan menurunkan tarif. Ini deal bagus untuk kedua belah pihak,” ujar Trump di depan wartawan, sambil menambahkan bahwa pertemuan itu juga membahas isu fentanyl, kedelai, dan stabilitas rantai pasok global.

Xi Jinping, meskipun belum memberikan komentar langsung, menyatakan melalui media resmi Tiongkok bahwa tim ekonomi kedua negara telah mencapai “konsensus dasar” dalam pembicaraan sebelumnya di Kuala Lumpur, yang menjadi fondasi pertemuan hari ini.

Selain isu dagang, pertemuan ini juga membuka babak baru dalam diplomasi bilateral. Xi dijadwalkan berkunjung ke AS dalam waktu dekat, sementara Trump mengonfirmasi rencananya untuk melakukan kunjungan balasan ke Tiongkok pada April 2026.

“Saya akan ke China tahun depan, dan Xi akan datang ke sini. Kita akan bicara lebih banyak, tapi hari ini sudah hebat,” kata Trump, yang menilai pertemuan itu mencapai skala 12 dari 10.

Pertemuan di Busan ini digelar di tengah kunjungan Trump ke Asia selama tiga negara, termasuk Malaysia dan Jepang, serta kunjungan kenegaraan Xi ke Korea Selatan yang pertama dalam 11 tahun.

Analis internasional menilai kesepakatan ini sebagai “jeda taktis” daripada terobosan strategis penuh, mengingat perselisihan mendasar seperti kontrol teknologi dan keamanan rantai pasok masih membayangi. Namun, kedua pemimpin menekankan nada kolaboratif, dengan Xi menyebut AS dan Tiongkok sebagai “mitra dan teman”.

Reaksi pasar global langsung terasa positif, dengan indeks saham teknologi AS naik 1,5% pasca-pengumuman, sementara harga logam tanah jarang stabil di bursa komoditas. Para pengamat kini menanti detail implementasi kesepakatan, yang diharapkan ditandatangani dalam waktu singkat.

Pertemuan ini tidak hanya menandai kemajuan ekonomi, tapi juga sinyal kuat bagi stabilitas geopolitik di Indo-Pasifik, di mana isu seperti perang Ukraina dan Taiwan sempat disentuh secara singkat. Dengan kesepakatan ini, harapan untuk era perdagangan yang lebih harmonis antara Washington dan Beijing tampak semakin terang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *