Batam, intuisi.net – Suasana khidmat namun penuh semangat menyelimuti Aula Mini Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam, Senin (16/6/2025), saat Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Batam dan Kecamatan se-Kota Batam untuk periode 2025-2030. Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batam menjaga stabilitas keamanan di kawasan strategis perbatasan ini.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Riama Manurung, Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga pendidikan dan adat. FKDM, sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan, ketertiban, hingga bencana sosial dan alam, diharapkan menjadi mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Amsakar Achmad menegaskan pentingnya peran FKDM di tengah dinamika Batam sebagai kawasan perbatasan yang rentan terhadap ancaman transnasional. “Batam bukan hanya kota industri dan perdagangan, tetapi juga wilayah strategis yang menghadapi tantangan seperti human trafficking, illegal logging, illegal fishing, narkoba, dan TPPO. FKDM harus menjadi garda terdepan yang sigap mendeteksi dan melaporkan potensi gangguan secara cepat, tepat, dan akurat,” ujar Amsakar dengan penuh semangat, seraya menegaskan kehadirannya di acara ini sebagai wujud prioritas terhadap isu keamanan.
Amsakar juga menggarisbawahi pentingnya analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebagai alat strategis FKDM untuk mengidentifikasi ancaman dan peluang di lapangan. “Sinergi FKDM dengan Forkopimda, lembaga adat, dan institusi pendidikan adalah kunci untuk menjaga Batam tetap kondusif. FKDM bukan sekadar perpanjangan tangan pemerintah, tetapi mitra strategis yang membangun kesadaran kolektif masyarakat,” tambahnya, disambut aplaus meriah.
Fokus khusus disampaikan Amsakar terkait ancaman narkoba yang mengintai generasi muda. “FKDM harus proaktif menggali informasi sedini mungkin dan membangun komunikasi kuat dengan semua pihak untuk melindungi masa depan anak-anak kita dari bahaya narkoba. Batam harus tetap menjadi kota yang hebat dan aman untuk semua,” tegasnya, menggugah semangat para pengurus yang baru dilantik.
Acara pelantikan semakin bermakna dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) antara FKDM Kota Batam dan Program Pascasarjana serta Magister Unrika Batam. Kerja sama ini menandai langkah strategis dalam penguatan kapasitas FKDM melalui pendidikan, pelatihan, dan penelitian untuk mendukung tugas kewaspadaan dini.
Kepala Kesbangpol Kota Batam, Riama Manurung, menambahkan bahwa pengurus FKDM periode ini telah melalui seleksi ketat untuk memastikan integritas dan dedikasi. “Kami percaya FKDM akan menjadi pilar utama dalam menjaga harmoni sosial dan keamanan Batam. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, FKDM siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi pembekalan interaktif dan penyerahan SK pengangkatan kepada pengurus FKDM dari 12 kecamatan se-Kota Batam. Wali Kota Amsakar menutup sambutannya dengan ajakan inspiratif: “Mari bersama jadikan Batam kota yang lebih hebat, aman, dan harmonis. FKDM adalah garda terdepan untuk mewujudkan visi ini!”












