intuisi.net – Konflik bersenjata terbuka antara Iran melawan gabungan pasukan Israel dan Amerika Serikat telah memasuki hari kelima pada Rabu (4/3/2026).
Serangan udara besar-besaran terus berlangsung, kini meluas ke Lebanon dan beberapa negara Teluk, sementara Teheran membalas dengan ratusan rudal balistik dan drone.
Serangan Israel-AS Terus Menargetkan Infrastruktur Strategis Iran
Israel melancarkan gelombang serangan udara baru yang disebut “broad wave” terhadap situs peluncuran rudal, sistem pertahanan udara, pusat komando, dan infrastruktur penting di Teheran serta wilayah barat Iran.
Militer Israel (IDF) mengklaim telah mencapai superioritas udara lokal di atas Iran, dengan serangan yang menyasar gedung Majelis Ahli (Assembly of Experts) di Qom—lokasi yang diduga digunakan untuk proses pemilihan pemimpin tertinggi pengganti Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan awal.
AS, melalui Operation Epic Fury, melaporkan telah mengerahkan 200 jet tempur, dua kapal induk, dan 50.000 personel militer.
Komandan CENTCOM AS menyatakan operasi berjalan “di depan jadwal” dengan degradasi signifikan terhadap pertahanan udara Iran.
Balasan Iran Meluas ke Israel dan Negara Teluk
Iran terus meluncurkan serangan balasan, termasuk rudal yang mengenai wilayah Tel Aviv dan Petah Tikva di Israel tengah, memicu sirene serangan udara dan warga berlarian ke bunker.
Di kawasan Teluk, Iran menyerang Konsulat AS di Dubai, fasilitas militer di Qatar, Bahrain, Arab Saudi, serta pelabuhan Fujairah di UAE. Iran juga mengklaim telah menutup Selat Hormuz, mengancam kapal tanker yang melintas.
Korban jiwa dilaporkan meningkat tajam: hampir 800 orang tewas di Iran (termasuk korban sipil), puluhan di Lebanon, dan belasan di Israel serta negara Teluk.
Dampak Global dan Reaksi Politik
Harga minyak dunia melonjak karena ancaman penutupan Selat Hormuz, pasar saham global melemah, dan evakuasi warga negara asing dari Timur Tengah semakin masif.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker dan memproyeksikan konflik bisa berlangsung 4–5 minggu atau lebih lama.
Di AS, senator Partai Demokrat mengkritik keras, khawatir perang berlarut-larut dan berpotensi melibatkan pasukan darat (“boots on the ground”).
Di Israel, tujuan perang semakin jelas: mendorong regime change di Iran, meski transisi pasca-rezim tidak menjadi prioritas utama.
PBB dan Rusia menyerukan penghentian segera permusuhan serta pembukaan jalur diplomasi untuk mencegah eskalasi menjadi konflik regional yang lebih luas.
Sumber: Al Jazeera, Reuters, CNN, Understanding War Institute, dan pernyataan resmi militer Israel.












