Tanjungpinang, intuisi.net – Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 12 Januari 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kepulauan Riau, sekaligus menandatangani komitmen bersama dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Kepri dan Provinsi Riau.
Penyambutan di Bandara dan Harapan Gubernur Ansar Ahmad
Kedatangan Zudan Arif disambut langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang.
Turut hadir sejumlah pejabat Pemprov Kepri, termasuk Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Trisia Issabela, Asisten III Administrasi Umum, Ketua Forum Koordinasi Tenaga Pendidik (FKTP) Lamidi, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Dody Semua Noviandi.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Kepala BKN RI beserta rombongan yang telah hadir di Provinsi Kepulauan Riau, terlebih dengan perjalanan yang cukup berat hingga dapat sampai ke Kepri,” ujar Gubernur Ansar Ahmad saat menyambut di ruang VIP bandara.
Gubernur Ansar berharap kehadiran Kepala BKN dapat memberikan semangat baru bagi ASN di Kepri. Ia menekankan pentingnya inovasi manajemen talenta untuk meningkatkan optimalisasi kinerja ASN, sehingga mendukung percepatan pembangunan daerah sebagai wilayah perbatasan terdepan.
“Semoga ke depan, inovasi Manajemen Talenta yang diberikan oleh BKN RI mampu meningkatkan optimalitas ASN di Provinsi Kepulauan Riau,” pungkas Ansar.
Penandatanganan Komitmen Bersama di Aula Wan Seri Beni
Acara utama berlangsung di Aula Wan Seri Beni, Kompleks Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang.
Di sana dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta oleh Kepala BKN Zudan Arif Fakhrulloh, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto (Heriyanto), serta para bupati/wali kota se-Kepri dan Riau.
Zudan Arif menegaskan bahwa manajemen talenta merupakan langkah strategis untuk menempatkan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi, sehingga mendukung efektivitas pemerintahan.
Ia mengapresiasi Provinsi Kepulauan Riau yang telah konsisten menerapkan sistem ini, termasuk melalui aplikasi Talenta Kepri, dan menjadikannya role model regional.
“Penerapan manajemen talenta memberikan fleksibilitas mobilitas ASN berdasarkan kinerja dan potensi. Saat ini, jumlah instansi yang menerapkannya meningkat signifikan, dan target 2026 adalah sekitar 350 instansi nasional,” kata Zudan.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Kepri menerima penghargaan atas penerapan manajemen talenta terbaik dari BKN RI. Penghargaan serupa juga diberikan kepada beberapa daerah di Riau, seperti Kota Dumai, Kota Batam, dan Kabupaten Rokan Hulu.
Peran Strategis ASN sebagai Mesin Pertumbuhan
Zudan juga menekankan peran ASN sebagai “mesin” penggerak APBN dan APBD, yang harus selaras dengan Asta Cita Presiden serta visi-misi kepala daerah.
Ia berpesan agar ASN di Kepri terus efektif mencapai target kinerja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah.
“Presiden dan kepala daerah itu ibarat pilot pesawat, dan ASN adalah mesin yang menggerakkan APBN serta APBD,” ungkap Zudan.
Acara ini dihadiri Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN Herman, Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru Purjiyanta, serta pejabat terkait lainnya.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam reformasi birokrasi nasional, khususnya percepatan penerapan manajemen talenta di wilayah Sumatera bagian tengah.












