Batam, intuisi.net – Malam yang penuh berkah menyelimuti Masjid Agung Raja Hamidah di Batam Centre. Gelaran Kepri Bersholawat II pada Sabtu malam berhasil menyedot ribuan warga dari berbagai penjuru kota, menciptakan lautan manusia yang larut dalam lantunan selawat nan merdu.
Acara ini bukan sekadar majelis keagamaan, tapi bukti nyata kebersamaan antara pemimpin dan masyarakat di tengah gemerlap Batam sebagai kota industri modern.
Sejak sore hari, halaman masjid sudah dipenuhi antusiasme. Warga datang membawa tikar, keluarga, dan semangat untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW. Kehadiran dua habib kondang, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Habib Jindan bin Novel, menjadi magnet utama. Suara gema selawat mereka menggema hingga larut malam, diselingi tausiyah yang menyentuh hati.
Yang paling menyita perhatian adalah Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir sejak awal acara. Bukan sebagai tamu VIP yang datang terlambat, tapi benar-benar larut bersama warga. Duduk beralas tikar, ikut berselawat, dan berbaur tanpa sekat. Gaya kepemimpinan humanis ini semakin memperkuat citra Amsakar sebagai “pemimpin rakyat” yang merangkul semua lapisan.
Amsakar: “Batam Maju, Tapi Tetap Berakar pada Selawat dan Keberkahan”
Ditemui di sela acara, Amsakar Achmad tak bisa menyembunyikan kebanggaannya. “Antusiasme warga malam ini luar biasa! Ini menunjukkan Batam bukan hanya pusat industri dan investasi, tapi juga kota yang memuliakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Dukungan masyarakat selalu menjadi energi terbesar bagi kami,” ujarnya dengan mata berbinar.
Ia menegaskan, konsep “Bandar Madani” – kota maju, inovatif, tapi berakar kuat pada nilai keagamaan – bukan sekadar slogan. “Setiap pembangunan fisik kami selaraskan dengan penguatan spiritual. Harmoni sosial adalah kekuatan utama Batam. Meski dikenal sebagai kota industri, perhatian warga terhadap kegiatan keagamaan sangat tinggi. Ini bukti kecintaan kepada Rasulullah dan rasa syukur atas kemajuan kota,” tambahnya.
Amsakar berharap majelis selawat seperti ini terus digelar untuk mempererat persaudaraan. “Dengan memperbanyak selawat, kita memohon agar Batam selalu dianugerahi kedamaian, kemajuan, dan keberkahan,” tutupnya.
Habib Syech Kagum: “Masyaallah, Wali Kota Hadir Bersama Warganya!”
Puncak acara semakin menghangat saat Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf naik panggung. Dengan suara kharismatiknya, ia tak lupa menyampaikan kekaguman terhadap masyarakat Batam. “Masyaallah, luar biasa! Ribuan orang memadati masjid demi selawat. Dan yang paling indah, Bapak Wali Kota hadir langsung bersama warganya. Semoga beliau selalu dalam lindungan Allah SWT,” ucap Habib Syech, disambut tepuk tangan meriah.
Pujian dari ulama ternama ini semakin mengukuhkan posisi Amsakar sebagai pemimpin yang dekat dengan umat. Di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, Batam terus berkembang: infrastruktur modern beriringan dengan penguatan karakter religius masyarakat.
Bukti Nyata: Modernitas dan Spiritualitas Berjalan Bersama
Kepri Bersholawat II bukan hanya acara rutin, tapi momentum penegasan identitas Batam. Di tengah gedung-gedung pencakar langang dan kawasan industri yang ramai, kota ini tetap menjaga harmoni sosial dan nilai-nilai Islami. Ribuan warga yang hadir malam itu – dari anak muda hingga lansia – menjadi saksi hidup bahwa kemajuan dan keberkahan bisa berjalan seiring.
Acara ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam: Batam tumbuh dengan dua sayap kuat – inovasi ekonomi dan kedalaman spiritual. Semoga gelaran serupa terus menginspirasi, menjadikan Batam sebagai teladan “Bandar Madani” sejati.












