Tes Urine Dadakan di Polda Kepri

Kapolda Ikut, 32 Pejabat Utama Ikut

Tim Dokkes Polda Kepri mengumpulkan hasil tes urine para pejabat utama Polda Kepri di Ruang Rupatama, Mapolda Kepri, Kota Batam, Senin (23/2/2026).

Batam, intuisi.net – Di tengah maraknya isu oknum personel kepolisian yang terlibat sebagai pemakai bahkan bandar narkotika di berbagai daerah, Polda Kepulauan Riau mengambil langkah tegas dan proaktif.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin memimpin langsung tes urine mendadak terhadap dirinya sendiri bersama 31 pejabat utama (PJU) lainnya di lingkungan Polda Kepri.

Kegiatan ini digelar Senin (23/2/2026) di Ruang Rupatama Mapolda Kepri, Batam, sebagai bentuk komitmen kepemimpinan untuk membersihkan internal dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Total 32 personel tinggi – termasuk Kapolda Irjen Pol Asep Safrudin, Wakapolda Brigjen Pol Anom Wibowo, Karo, Kabid, Direktur Reserse, serta perwira Kombes Pol – menjalani pemeriksaan urine yang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) bersama Dokter Kesehatan Kepolisian (Dokkes) Polda Kepri.

Proses berlangsung tertutup dan diawasi ketat oleh Kapolda yang turut memberikan contoh dengan ikut dites.

Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurnianto menjelaskan, “Total 32 orang dites, termasuk Kapolda dan Wakapolda. Pelaksanaan diawasi langsung Kapolda, dan beliau juga ikut menjalani tes. Hasilnya seluruhnya negatif.”

Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan respons langsung terhadap kekhawatiran publik atas kasus-kasus oknum polisi di wilayah lain yang terbukti sebagai pemakai narkoba atau bahkan terlibat jaringan peredaran.

Di Kepri sendiri, meski tidak ada temuan positif di level pimpinan, Polda terus waspada mengingat maraknya pengungkapan narkotika di wilayah perbatasan.

Sepanjang awal 2026 saja, Ditresnarkoba Polda Kepri telah mengungkap 30 perkara narkotika dengan 45 tersangka diamankan, termasuk penyitaan sabu 735 gram dan ekstasi ratusan butir.

Kombes Eddwi menekankan bahwa tes urine ini bagian dari upaya pencegahan menyeluruh.

“Ini agenda rutin yang dilakukan setiap rapat teknis satuan kerja, dan akan diperluas berjenjang ke polres-polres. Tujuannya memastikan tidak ada celah bagi oknum yang menyalahgunakan narkoba, apalagi sampai terlibat sebagai bandar atau pemakai,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika di kemudian hari ditemukan personel positif – baik pemakai maupun terlibat peredaran – sanksi akan ditegakkan tanpa pandang bulu: mulai dari sidang kode etik hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

“Kami tidak mentolerir siapa pun yang mencoreng nama baik institusi. Tes ini membuktikan bahwa kepemimpinan di Polda Kepri siap diuji pertama kali, dari atas ke bawah.”

Berbeda dari pemberitaan media lain yang lebih menonjolkan aspek rutin, rilis ini menyoroti konteks isu sensitif oknum polisi sebagai pemakai dan bandar yang sering menjadi sorotan nasional.

Dengan inisiatif Kapolda yang memimpin tes secara langsung, Polda Kepri tidak hanya membersihkan internal tapi juga membangun kepercayaan masyarakat bahwa institusi ini tetap teguh melawan narkotika, baik dari luar maupun dari dalam.

Program pengawasan periodik ini akan terus dilanjutkan secara menyeluruh, termasuk tes acak di jajaran polres dan satuan khusus.

Hasil tes telah didokumentasikan resmi oleh Bidpropam dan Dokkes, dengan seluruh 32 personel negatif – sinyal kuat bahwa kepemimpinan Polda Kepri bersih dan siap menjaga integritas di tengah ancaman narkoba yang semakin kompleks di wilayah kepulauan perbatasan.

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *