Tanjungpinang, intuisi.net – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Muhammad Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang.
Rakor ini dirangkaikan dengan pembahasan kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta evaluasi dukungan terhadap program penyediaan 3 juta rumah.
Inflasi Nasional Naik, Namun Kepri Tetap Terkendali dengan Baik
Inflasi nasional secara year-on-year (yoy) per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen, naik dibandingkan periode sebelumnya di kisaran 3,55 persen.
Angka ini sedikit di atas target pemerintah pusat yakni 2,5 persen ±1 persen.
Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, meski secara teoritis 3,5 persen masih tergolong ringan, dampaknya mulai terasa pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (desil 1–4).
Penyumbang utama inflasi nasional berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (16,66 persen – termasuk kenaikan harga emas akibat konflik global) serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (16,19 persen).
Namun, kondisi di Provinsi Kepulauan Riau jauh lebih baik. Inflasi Kepri tercatat hanya 3,54 persen (yoy), dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar 0,7 persen.
Komoditas penyumbang utama di Kepri adalah emas perhiasan (kontribusi 0,15 persen) dan angkutan udara.
“Inflasi Kepri berada di angka 3,54 persen, ini cukup baik dan masih terkendali,” ujar Mendagri Tito Karnavian.
Pertumbuhan Ekonomi Kepri Melonjak Tinggi, Lampau Rata-Rata Nasional
Kinerja ekonomi Kepulauan Riau menunjukkan tren sangat positif. Pertumbuhan ekonomi nasional triwulan IV 2025 sebesar 5,39 persen, sementara Kepri mencapai 7,89 persen – jauh di atas rata-rata nasional.
Hampir seluruh kabupaten/kota di Kepri mencatat pertumbuhan di atas nasional, dengan lima di antaranya bahkan tertinggi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti memberikan apresiasi khusus: “Selamat kepada Pak Gubernur atas kinerja pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.”
Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menegaskan capaian ini hasil kerja sama pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemprov Kepri akan terus memperkuat pengendalian inflasi dan kesiapan menghadapi Idul Fitri.
Realisasi pendapatan daerah Provinsi Kepri hingga 6 Maret 2026 mencapai 16,97 persen, sementara belanja daerah baru 4,45 persen – Mendagri mendorong percepatan belanja APBD untuk stimulasi ekonomi.
Kesiapsiagaan Menyambut Idul Fitri 1447 H: Antisipasi Mudik dan Stabilitas Harga
Mendagri mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan daerah menghadapi arus mudik (mulai 16 Maret 2026 seiring kebijakan Work From Anywhere) dan arus balik (diprediksi 27 Maret 2026).
“Menjelang hari raya, banyak persoalan yang harus diantisipasi secara bersama oleh kepala daerah, mulai dari stabilitas harga barang, kesiapan infrastruktur, pengaturan arus mudik dan balik, hingga pengamanan ibadah. Semua perlu disinergikan bersama Forkopimda,” tegas Tito.
Gubernur Ansar Ahmad menekankan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok serta kelancaran mudik-balik, agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar.
Baca Juga:
- Situs Resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau: https://kepriprov.go.id/ – Update berita terkini, layanan publik, dan transparansi keuangan daerah.
- Investasi Hijau Siap Mengalir ke Kepri!: https://intuisi.net/investasi-hijau-siap-mengalir-ke-kepri/












