Indonesia Produksi FLF Pertama

Peluncuran Kapal Permata Borneo 1 di Batam

FLF Permata Borneo 1: Kapal Pertama Buatan Dalam Negeri Resmi Diluncurkan di Batam

Batam, intuisi.net – Industri perkapalan Indonesia mencatat prestasi monumental hari ini. Kapal Floating Landing Facility (FLF) bernama Permata Borneo 1 resmi diluncurkan di galangan PT Bahtera Bahari Shipyard, Sei Kassam, Telaga Punggur, Batam.

Ini menjadi kapal FLF pertama yang 100% dirancang, dibangun, dan diproduksi oleh anak bangsa tanpa bergantung pada teknologi impor.

Dengan ukuran besar—panjang 400 kaki (sekitar 122 meter), lebar 94 kaki (sekitar 28,6 meter), serta tinggi 27 kaki (sekitar 8,2 meter)—kapal ini berfungsi sebagai platform terapung serbaguna.

FLF seperti ini ideal untuk operasi lepas pantai, termasuk hunian pekerja, pemuatan/pembongkaran barang di area tanpa dermaga, serta mendukung sektor pertambangan, migas, dan logistik di wilayah Indonesia yang luas, terutama sekitar Kalimantan dan Indonesia Timur.

Dukungan Tinggi dari Pejabat dan Tokoh Daerah

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, hadir langsung dalam acara peluncuran dan menyatakan kebanggaannya. “Ini bukti nyata bahwa SDM Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Batam terus memperkuat posisinya sebagai pusat galangan kapal terkemuka di Tanah Air,” ujarnya.

Komisaris PT Bahtera Bahari Shipyard, Hengky Suriawan, menekankan keistimewaan kapal ini. “Sebelumnya, hanya ada sekitar tujuh unit FLF di Indonesia, dan mayoritas impor. Permata Borneo 1 (Hull 659) adalah yang pertama sepenuhnya buatan dalam negeri, mulai dari desain hingga konstruksi. Ini langkah besar menuju kemandirian industri maritim,” katanya.

Acara juga dihadiri Kapolda Kepri serta pejabat terkait lainnya, menandakan dukungan lintas sektor terhadap inovasi ini.

Dampak Jangka Panjang bagi Ekonomi dan Teknologi

Peluncuran Permata Borneo 1 diharapkan mengurangi ketergantungan impor, mendorong transfer teknologi, serta menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor maritim.

Kapal ini bukan sekadar sarana transportasi, melainkan simbol kebangkitan kemampuan rekayasa dan manufaktur nasional.

Dengan kapal ini, Indonesia semakin siap mendukung proyek-proyek strategis di laut lepas, memperkuat posisi sebagai negara maritim besar.

Selamat atas pencapaian luar biasa ini—Permata Borneo 1 benar-benar permata baru yang bersinar bagi kemajuan maritim Nusantara!

Baca Juga:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *